Senin, 12 Jun 2017 10:35 WIB

Anak Kembar Cristiano Ronaldo Dikabarkan Lahir Dari Ibu Pengganti, Apa Itu?

Firdaus Anwar - detikHealth
Cristiano Ronaldo dikabarkan telah dikaruniai anak kembar lewat jasa ibu pengganti. (Foto: Getty Images/Matthias Hangst) Cristiano Ronaldo dikabarkan telah dikaruniai anak kembar lewat jasa ibu pengganti. (Foto: Getty Images/Matthias Hangst)
Jakarta - Bintang sepakbola Cristiano Ronaldo baru-baru ini dikabarkan telah dikaruniai sepasang anak kembar. Hal yang membuat menarik adalah gosipnya Ronaldo memiliki anak lewat jasa seorang ibu penggganti atau sewa rahim (surrogate mother).

Tidak diketahui pasti siapa yang menjadi ibu pengganti untuk anak Ronaldo, namun faktanya praktik ini dilarang atau diatur secara ketat di beberapa negara. Alasannya bermacam-macam mulai dari karena hukum kewarganegaraan, medis, hingga etik.

Baca juga: Ronaldo Dilaporkan Punya Anak Kembar

Sesuai namanya jasa ibu pengganti dilakukan dengan seorang wanita menyewakan rahimnya untuk hamil anak orang lain. Embrio dari sel telur dan sperma orang tua penyewa ditanamkan pada rahim seorang ibu pengganti sehingga ia yang nanti akan hamil dan melahirkan anak.

Human Fertilisation and Embryology Authority (HFEA), Inggris, menyebut praktik ibu pengganti cocoknya dilakukan oleh pasangan dengan kondisi medis yang membuat kehamilan dan persalinan tidak mungkin terjadi atau membahayakan nyawa.

"Contohnya seperti keabsenan atau malnutrisi dari rahim, keguguran berulang, dan kegagalan implantasi prosedur in vitro fertilization (IVF)," tulis HFEA.

Penting bagi pasangan yang ingin menggunakan jasa ibu pengganti untuk memilih wanita yang benar-benar sehat jasmani dan rohaninya. HFEA menyebut penularan penyakit seperti HIV dan hepatitis diketahui dapat terjadi dalam prosedur.

"Oleh karena itu semua orang yang terlibat dalam jasa ibu pengganti melibatkan inseminasi buatan harus lewat skrining dulu," kata HFEA.

Di Indonesia sendiri praktik ibu pengganti dilarang termuat dalam UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan dan juga Peraturan Menteri Kesehatan nomor 73 tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Teknologi Reproduksi Buatan. Oleh karena itu pasangan Indonesia mungkin melakunnya dengan diam-diam di luar negeri.

Baca juga: Sewa Rahim di Indonesia Dilakukan Diam-diam (fds/up)
News Feed