Kamis, 15 Jun 2017 09:05 WIB

4 Penyebab Gagal Diet di Bulan Puasa

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Ada hal-hal yang bisa membuat usaha diet sambil berpuasa gagal. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Bulan puasa sering dimanfaatkan untuk memulai program diet. Tujuannya pun bermacam-macam mulai dari mengecilkan lingkar perut, menurunkan bobot atau sekadar ingin tampil lebih baik di depan keluarga saat lebaran.

Nyatanya, harapan tak selalu menjadi kenyataan. Program diet yang dicanangkan bisa gagal karena berbagai sebab. Mulai dari ketidakpahaman yang baik soal gizi dan nutrisi maupun kebiasaan dan pola makan yang salah.

Baca juga: Berpuasa Sambil Turunkan Berat Badan, Awet atau Tidak?

detikHealth pun merangkum beberapa penyebab gagalnya diet di bulan puasa. Jika kamu masih melakukan kebiasaan-kebiasaan ini, segera ubah agar program diet menjadi sukses.

1. Tidak sahur

Melewatkan sahur bukan merupakan tips diet yang baik. dr Samuel Oetoro, MS, SpGK, mengatakan diet di bulan puasa tidak akan efektif jika masih dilakukan dengan melewatkan waktu makan.

Baca juga: Berat Badan Tak Kunjung Turun Setelah Puasa, Ini Sebabnya

Dengan sengaja melewatkan sahur, Anda akan jadi lemas di siang hari saat beraktivitas. Akibatnya, nafsu makan saat berbuka justru jadi lebih besar.

"Saat puasa ya jadwal makannya diubah saja. Kalau biasanya makan pagi, siang dan malam, maka saat puasa makan siangnya dipecah 50 persen ke makan sahur dan 50 persen ke makan saat berbuka," imbuhnya.

Gorengan berkalori tinggi tapi nutrisinya minim,Gorengan berkalori tinggi tapi nutrisinya minim, Foto: Detikfood


2. Gorengan

Gorengan merupakan menu andalan hampir setiap orang saat berbuka puasa. Rasanya yang gurih membuat gorengan laris manis.

Namun menurut pakar, gorengan tidak memiliki kandungan gula yang cukup untuk dijadikan menu buka puasa karena tinggi lemak. Akibatnya, orang cenderung makan gorengan banyak-banyak yang menyebabkan timbangan naik.

Baca juga: Kata Ahli Gizi tentang Asupan Santan dan Gorengan Saat Berbuka

Daripada gorengan, lebih baik berbuka puasa dengan makanan yang tinggi serat, protein dan juga kadar gula yang cukup. Kurma merupakan makanan yang cocok karena selain mengandung gula, kurma juga mengandung serat.

3. Buka bersama

Memang menyenangkan berbuka puasa bersama sembari berbincang dengan kerabat dekat maupun kawan lama semasa SMA. Namun hati-hati, makan bersama orang ramai cenderung membuat seseorang makan lebih banyak.

Sebuah penelitian di Denmark menyebut makin ramai meja makan, makin besar nafsu makan seseorang. Apalagi jika Anda satu meja dengan orang yang nafsu makannya cenderung lebih banyak.

Tips untuk menghadiri buka bersama saat sedang diet adalah dengan membawa piring atau makanan sendiri. Dengan begitu, porsi makanan yang dimakan tetap bisa terkontrol dan silaturahmi tetap berjalan.

Terlalu sering ikut buka bersama bisa bikit diet saat puasa gagal.Terlalu sering ikut buka bersama bisa bikit diet saat puasa gagal. Foto: Thinkstock


4. Tidak olahraga

Karena harus menahan lapar dan dahaga, sebagian orang memilih tidak berolahraga. Padahal menurut pakar, olahraga juga tetap harus dilakukan meskipun sedang bulan puasa.

Tidak berolahraga akan membuat lemak dan kalori di tubuh menumpuk. Apalagi jika kita tipe orang yang tidak banyak bergerak saat bekerja karena harus duduk di meja seharian.

Agar efektif, olahraga bisa dilakukan di sore hari jelang berbuka. Tidak adanya sumber energi dari makanan membuat tubuh harus mengambil kalori dari lemak yang tersimpan di tubuh.

Baca juga: Berpuasa Sambil Turunkan Berat Badan, Awet atau Tidak? (mrs/up)