Kamis, 15 Jun 2017 11:32 WIB

Anak Sakit Campak Bisa Sembuh Sendiri dengan Ditunggui? Ini Penjelasan Dokter

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Beredar kabar yang mengatakan anak sakit campak bisa sembuh sendiri tanpa berobat, dengan menunggu demam dan bintik merahnya hilang. Begini penjelasan dokter. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Beredar kabar yang mengatakan anak sakit campak bisa sembuh dengan sendirinya tanpa berobat, asalkan ditunggui hingga demam dan bintik merah di tubuhnya hilang sendiri. Benarkah?

dr Meta Hanindita, SpA, dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, mengatakan demam tinggi, mata merah dan muncul bintik merah di wajah dan tubuh anak memang merupakan gejala khas campak. Penanganannya pun bisa dilakukan di rumah tanpa memerlukan obat atau pergi ke dokter.

"Jika tanpa komplikasi, memang terapi yang dapat diberikan berupa simtomatis dan suportif untuk menyamankan anak," tutur dr Meta kepada detikHealth.

Baca juga: Bahaya Komplikasi Campak Jika Anak Tak Divaksin

Dikatakan dr Meta, anak yang sakit campak dan mengalami demam tinggi rentan berkeringat. Untuk itu, ibu harus memastikan anak diberikan minum yang cukup untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

Jangan lupa pula untuk memerhatikan kebutuhan makanan anak. Kalori dalam makanan harus sesuai dengan kebutuhan, dan jenis makanan disesuaikan dengan tingkat kesadaran dan komplikasi.

Baca juga: 'Sudah Vaksinasi, Kok Anak Masih Kena Campak?'

"Penanganan lainnya bisa dilakukan dengan memberikan suplemen nutrisi, obat anti piretik bila demam dan juga pemberian vitamin A," tambah dr Meta.

Ia menambahkan penyakit campak tanpa komplikasi ini lebih umum terjadi pada anak-anak yang sudah mendapatkan vaksinasi campak. Penanganan berbeda diperlukan jika anak belum mendapat vaksinasi, karena risiko mengalami komplikasi lebih besar.

"Pemberian vaksinasi dapat menurunkan angka kematian melalui penurunan jumlah komplikasi yang terjadi. Komplikasi yang dapat terjadi adalah pneumonia, diare, infeksi telinga sampai ensefalitis (radang otak)," tutupnya.

Baca juga: Vaksin Campak Disebut Mengandung Babi, Benarkah?

(mrs/up)