Mau Tetap Sehat dan Langsing? Hindari Asupan Ini Saat Buka Puasa

ADVERTISEMENT

Mau Tetap Sehat dan Langsing? Hindari Asupan Ini Saat Buka Puasa

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Kamis, 15 Jun 2017 17:33 WIB
Kalap makan saat berbuka sering memicu kegemukan (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Jika Anda ingin mempertahankan atau menurunkan berat badan di bulan Ramadan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Salah satunya adalah cermat memilih menu saat berbuka.

Faktanya, ada beberapa asupan yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi saat berbuka karena dapat memengaruhi kondisi tubuh dan risiko kenaikan berat badan.

Seperti disampaikan oleh nutrisionis Leona Victoria Djajadi, MND, asupan yang sebaiknya dihindari adalah yang minim nutrisi. Contohnya seperti camilan-camilan, kerupuk, permen, sirup, dan jus buah kemasan. Menurut Victoria, konsumsi asupan ini secara berlebihan dapat membuat tubuh semakin 'menumpuk' kalori.

Baca juga: Manfaat Kolang-kaling: untuk Diet Hingga Redakan Panas Dalam

"Kalori makin menumpuk tanpa kontribusi nutrisi apapun. Padahal setelah berpuasa seharian tentu kita perlu memasukkan kembali nutrisi-nutrisi yang hilang," ujar Victoria kepada detikHealth.

Jika Anda lebih memilih asupan-asupan tersebut untuk berbuka, maka Victoria menyebutkan Anda akan menjadi sulit untuk merasa kenyang dan terus lapar.

"Bukan karena lapar kalori, tapi karena tubuh belum mendapatkan nutrisi yang cukup jadi mereka terus mengirimkan sinyal lapar agar nutrisi yang kurang dapat terpenuhi," imbuh nutrisionis cantik ini.


Baca juga: Mau Sahur dengan Mi Instan, Jangan Lupa Tambah Asupan Ini

Menurut Victoria, pilihan terbaik adalah yang natural, berserat dan mengandung karbohidrat seperti buah kurma maupun buah-buah lainnya. Jangan lupa ditambah asupan cairan untuk rehidrasi tubuh.

Setelah camilan sehat tersebut, atau setidaknya sekitar satu jam kemudian Anda bisa mengonsumsi makan malam. Jenis makanan yang cocok untuk dikonsumsi saat makan malam di antaranya yang mempunyai kandungan protein tinggi, tidak terlalu tinggi lemak, rendah indeks glikemik dan tinggi serat.

Baca juga: Ini yang Sebenarnya Terjadi Ketika Perut Terasa Lapar

(ajg/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT