Jumat, 16 Jun 2017 16:04 WIB

Gejala Skizoafektif, Gangguan Jiwa yang Diidap VM Wanita Nyaris Bugil

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
VM, perempuan nyaris bugil yang membuat heboh media sosial dipastikan mengidap gangguan jiwa skizoafektif. Seperti apa gejalanya? Simak di sini. (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - VM, perempuan nyaris bugil yang membuat heboh media sosial beberapa waktu lalu dipastikan mengidap gangguan jiwa skizoafektif. Hal ini merupakan hasil pemeriksaan oleh kepolisian bersama tim dokter jiwa dan psikolog.

"VM sudah kembali ke Polsek (Tamansari). Kesimpulannya mengalami gangguan jiwa berat Skizoafektif dan gangguan kepribadian emosional tak stabil tipe ambang," ujar Kapolsek Tamansari AKBP Erick Frendriz, kepada detikcom, Jumat (16/6/2017).

"Yang bersangkutan kurang memahami nilai dan risiko tindakan serta mengarahkan tindakannya. Bahasa kedokterannya begitu," ucap Erick lagi.

Baca juga: Hasil Tes Keluar, Vionina yang Nyaris Bugil Mengidap Gangguan Jiwa

Skizoafektif adalah suatu gangguan kejiwaan yang merupakan kombinasi dari dua gejala gangguan jiwa lainnya, yakni skizofrenia dan gangguan mood. Dikutip dari Mayo Clinic, pasien gangguan skizoafektif bisa mengalami delusi dan halusinasi sekaligus perubahan mood dari mania menjadi depresi secara bersamaan.

Beberapa gejala yang kerap muncul pada pasien skizoafektif antara lain:

Baca juga: Pengidap Skizoafektif: Dari Bunuh Saudara Sampai Nyaris Bugil

Delusi = biasa disebut waham, merupakan gejala di mana seseorang memiliki keyakinan bahwa sesuatu hal yang ia yakini benar adanya, meskipun bukti-bukti yang ada menunjukkan hal tersebut salah.

Halusinasi = mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada.

Depresi = perasaan sedih, kosong dan tidak berharga pada diri sendiri.

Meracau = berbicara tidak jelas, sulit diajak komunikasi, tidak nyambung.

Depresi juga merupakan salah satu bentuk gejala gangguan jiwa skizoafektif yang diidap VM wanita nyaris bugilDepresi juga merupakan salah satu bentuk gejala gangguan jiwa skizoafektif yang diidap VM wanita nyaris bugil (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Baca juga: Saat Keseharian Single Mother dengan Skizoafektif Diabadikan dalam Foto

Dari sisi fisik, pasien skizoafektif yang tidak menjalani pengobatan biasanya kesulitan melaksanakan fungsi-fungsi sosial dan kesehariannya. Karena itu, pasien skizoafektif rentan memiliki kebersihan diri dan perawakan yang kurang baik.

Soal penyebab, hingga saat ini belum ada penelitian yang bisa menjelaskan mengapa seseorang bisa mengidap gangguan jiwa skizoafektif. Namun penyakit ini memiliki beberapa faktor risiko seperti memiliki anggota keluarga yang punya gangguan jiwa, mengalami trauma atau peristiwa hidup yang memicu stres berat dan juga efek samping obat-obatan psikoaktif dan psikotropika.

Baca juga: Pesan Dokter Jiwa: Stop Viralkan Aksi Telanjang di Jalanan

(mrs/ajg)