Terapkan <i>Breatharian</i>, Pasutri Ini Akui Bisa Kenyang dari Makan Udara

ADVERTISEMENT

Terapkan Breatharian, Pasutri Ini Akui Bisa Kenyang dari Makan Udara

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 16 Jun 2017 16:40 WIB
Foto: Daily Mail
California - Jika manusia biasanya mudah lapar dan maunya makan terus, maka tidak bagi Akahi Ricardo (36) dan Camila Castello (34). Pasangan suami istri ini justru jarang makan dan mengaku cukup kenyang karena diberi 'makan' udara dan sinar matahari dari alam semesta.

Keduanya bahkan mengungkapkan meski jarang makan, mereka tidak pernah merasa lapar dan sudah lupa bagaimana rasa dari beberapa jenis makanan.

Dikutip dari Daily Mail, Camila mengungkapkan bahwa dirinya meyakini sesungguhnya manusia bisa bertahan hidup tanpa makanan. Selama mereka bisa terhubungan dengan energi di alam semesta melalui pernapasan.

Baca juga: Orang Gemuk Pasti Kolesterolnya Tinggi, Fakta atau Mitos?

Dikenal dengan istilah breatharian, pola hidup yang diterapkan oleh Camila dan Akahi ini dikenal sebagai suatu konsep hidup tanpa makan dan minum. Penganut breatharian hanya mengandalkan udara dan sinar matahari sebagai sumber energi, bukan asupan makanan dan minuman.

"Selama tiga tahun terakhir, Akahi dan saya tidak makan apapun sama sekali. Sekarang kami hanya makan sesekali, itupun saat berada dalam situasi sosial atau jika saya sedang ingin mencicipi buah," ungkap Camila.

Ibu dua anak ini juga menceritakan bagaimana ia melewati proses kehamilannya dengan tetap menerapkan breatharian. Menurutnya, pola ini tidak mengganggu kehamilannya dan ia menjalani semuanya seperti ibu-ibu hamil lainnya. Anak-anaknya lahir dengan sehat dan ia juga tak mengalami masalah apapun selama hamil.

Pasangan yang menikah di tahun 2005 ini awalnya menerapkan vegetarian, lalu mereka menerapkan raw diet dan menjadi vegan. Mereka juga sempat hanya mengonsumsi buah-buahan dalam waktu tertentu. Setelah itu, Akahi dan Camila sepakat ingin mencoba menjadi breatharian.

Baca juga: Mau Tetap Sehat dan Langsing? Hindari Asupan Ini Saat Buka Puasa

Dalam proses awal tersebut, keduanya tidak makan apapun selama tujuh hari terakhir kecuali udara. Tujuh hari berikutnya mereka diperbolehkan mengonsumsi air putih dan jus encer sesekali, dan begitu juga pada tujuh hari berikutnya.

"Saat itu adalah proses awal yang benar-benar menakjubkan. Menjadi breatharian membuat kami menjadi lebih dekat dengan alam. Saya biasanya banyak makan, tapi sejak saat itu saya tidak pernah merasa lapar," ungkap Akahi.

Kini Akahi dan Camila makan sebanyak tiga atau empat kali seminggu, namun tidak jarang mereka melewati hari-hari tanpa makan. Namun keduanya mengaku tidak akan menerapkan breatharian pada kedua anaknya dulu, mereka masih membebaskan anak-anaknya untuk makan apapun.

"Kami tidak akan mencoba untuk mengubah mereka. Kami membiarkan mereka makan apapun yang mereka inginkan baik itu jus, sayuran, pizza atau es krim. Kami ingin mereka mengeksplorasi selera yang berbeda dan memiliki hubungan yang sehat dengan makanan saat mereka tumbuh," papar Akahi.

Baca juga: 4 Penyebab Gagal Diet di Bulan Puasa

(ajg/mrs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT