Minggu, 25 Jun 2017 09:43 WIB

Ini yang Terjadi Jika Selepas Puasa Langsung Kalap Makan Saat Lebaran

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Menu Lebaran yang selalu menggoda (Foto: iStock)
Jakarta - Makan secara berlebihan saat merayakan Idul Fitri tidak baik dilakukan. Pasalnya, tubuh terbiasa menerima asupan gizi yang kurang selama berpuasa.

Prof Dr Hardinsyah, Guru Besar Ilmu Gizi IPB menuturkan kepada detikHealth, saat puasa kita mengasup gizi 10-20 persen lebih rendah dibandingkan hari biasa. "Ketika mulai Lebaran harusnya kebiasaan ini (saat berpuasa) dipertahankan, jangan makan yang berlebihan," ungkapnya.

Puasa sendiri memberikan manfaat yang baik untuk tubuh, yakni sebagai proses detoksifikasi tubuh. Menurut penelitian, ketika menjalankannya dengan baik dan benar, puasa juga akan memberikan efek kebugaran usai selesai dilaksanakan.

Baca Juga: Catat! Makanan Seperti Ini Sebaiknya Dibatasi Saat Lebaran Tiba

Namun, masuk ke masa lebaran, justru kebanyakan orang jadi 'balas dendam' dengan mengonsumsi berbagai hidangan yang disajikan seperti opor, rendang dan sebagainya yang kaya lemak. Padahal, saat itu tubuh kita sedang dalam proses transisi.

"Sebenarnya itu (makanan khas lebaran) kan budaya, sebagai upaya mengembirakan orang. Lauk opor sepotong nggak masalah, tapi kalo ditambah lagi lauk yang lain ini itu jangan," terang Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia tersebut.



Sebaiknya, saat pagi pertama di hari raya, air putih adalah menu pertama yang harus diasup tubuh. Selanjutnya, selalu ingat untuk makan sekadarnya dan tidak terlalu ekstrem. Jangan yang terlalu asin, pedas, atau asam. Imbangi juga dengan buah dan sayur yang terbukti lebih sehat.

"Kalau mau minum sirop boleh tapi seteguk dua teguk aja, kalau biasa minum kopi boleh tapi kopi pahit aja." Di samping itu, Prof Hardinsyah menyarankan untuk jangan terlalu banyak makan hewani bertekstur keras karena cukup sulit untuk dicerna tubuh. "Ikan baik karena teksturnya lembut, ayam lumayan mudah," tambahnya.

Prof Hardinsyah menambahkan, melaksanakan puasa syawal bisa dijadikan momen yang baik untuk membantu proses transisi tubuh untuk kembali ke pola makan layakanya hari biasa. Nah, habis puasa Ramadan jangan malas lanjut puasa Syawal ya!

Baca Juga: Yuk Simak! Trik Jitu Atasi Keinginan Ngemil Gorengan

(up/up)