Punya Masalah Jerawat, Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

ADVERTISEMENT

Punya Masalah Jerawat, Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Firdaus Anwar - detikHealth
Minggu, 02 Jul 2017 12:10 WIB
Kapan kita harus konsultasi ke dokter untuk masalah jerawat? (Foto: Dok. Getty Images)
Jakarta - Jerawat umumnya timbul ketika pori-pori yang ada di kulit tersumbat sehingga produksi minyak jadi menumpuk. Semua orang bisa mengalami jerawat terutama saat remaja di mana gejolak hormon tubuh yang terjadi membuat produksi minyak kulit meningkat.


Nah untuk mengatasinya beragam produk anti jerawat banyak di jual di pasaran. Apakah efektif? Menurut dermatolog dr Anjali Mahto British Skin Foundation kesuksesan terapi akan sangat tergantung dari bahan yang digunakan oleh produk dan sumber penyebab masalah jerawat.

Baca juga: Agar Tak Timbul Jerawat di Hari Raya

"Biasanya yang akan Anda dapatkan adalah produk dengan AHA (alpha hydroxy acid) dan BHA (beta hydroxy acid). Kedua bahan tersebut pada dasarnya bekerja dengan menyebabkan pengikisan kulit kimiawi yang ringan," kata dr Anjali seperti dikutip dari BBC, Minggu (2/7/2017).

"Lapisan kulit mati paling atas dikikis sehingga akan membuka penyumbatan pori-pori," lanjutnya lagi.

Menurut dr Anjali seseorang perlu menggunakan produk anti jerawat hingga beberapa minggu sebelum tahu efektif atau tidak. Bila memang efektif maka terapi tetap perlu dilakukan secara rutin karena jerawat umumnya punya siklus akan terbentuk ulang setiap 30 hari.

Nah bila memang setelah menggunakan beragam produk yang telah terdaftar di pasaran tidak ada perbaikan juga, maka dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter kulit. Konsultasi juga diperlukan bila seseorang menyadari bahwa jerawat yang menyerangnya ada lebih dari satu jenis dan menyebabkan kehidupan sosialnya terganggu.

"Kalau jerawat Anda meninggalkan bekas luka, ada sedikit bolong dan kulit memerah di sekitarnya. Kalau jerawat membuat Anda tidak percaya diri, tidak ingin sekolah, tidak ingin bersosialisasi, menjalani kehidupan sehari-hari. Itu tanda bahwa sudah waktunya Anda berkonsultasi," kata dr Anjali.

Baca juga: Rajin Cuci Muka Kok Masih Jerawatan? Bisa Jadi Kelebihan Androgen (fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT