Jumat, 07 Jul 2017 08:45 WIB

Pria Asal Situbondo Telan Benda Tajam Akibat Gangguan Jiwa? Ini Komentar Psikiater

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Benda tajam yang berada di perut pria asal Situbondo. Foto: Ghazali Dasuqi Benda tajam yang berada di perut pria asal Situbondo. Foto: Ghazali Dasuqi
Jakarta - Hendro Wijatmiko, pria asal Situbondo, Jawa Timur, dilarikan ke rumah sakit setelah mengaku sakit perut parah. Hasil rontgen mengungkapkan ada benda tajam seperti pisau, paku dan koin logam di dalam perutnya.

Keluarga sempat menyebut adanya dugaan santet, karena Hendro dianggap mustahil bisa menelan benda-benda tersebut tanpa sengaja. Namun hal tersebut dibantah oleh dokter yang menangani Hendro.

"Pasiennya mengaku setelah lebaran, dia merasa sakit perut, supaya tidak sakit dia akhirnya menelan benda-benda tajam itu. Dia ini kan memang pernah dirawat di rumah sakit jiwa," kata humas RSD dr Subandi Jember, Justina Evi Tyaswati, pada wartawan, Kamis (6/7/2017).

Baca juga: Kata Pakar Saluran Cerna Soal Benda Aneh di Perut Pria Asal Situbondo

Evi kembali menegaskan bahwa tidak ada hal yang berbau supranatural atau klenik dari peristiwa itu. Dia memastikan bahwa benda-benda yang masuk memang sengaja ditelan.

Berdasarkan pengakuan keluarga, Hendro memang sempat dirawat selama 2 tahun di rumah sakit jiwa karena mengidap depresi hingga marah-marah dan mengamuk. Lalu, bisakah gangguan jiwa membuat seseorang sengaja menelan benda-benda tajam?

Baca juga: Benda-benda Tak Lazim yang Pernah Masuk Tubuh Secara 'Misterius'

Mengomentari hal ini, dr Andri SpKJ, FAPM, dari Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, mengatakan bisa saja pasien gangguan jiwa menelan pisau atau benda berbahaya lainnya dengan sengaja. Namun hal ini tidak ditemukan pada seluruh pasien gangguan jiwa. Hanya penyakit-penyakit tertentu saja yang bisa membuat pengidapnya cenderung melukai diri sendiri.

"Kalau dilihat riwayatnya pernah mendapat perawatan, disebut karena depresi. Tapi gejalanya marah-marah hingga mengamuk, ini bukan karakteristik pasien depresi, tapi gamgguan psikotik, mirip gejala skizofrenia," ungkap dr Andri saat dihubungi detikHealth.

Baca juga: Hii..Ada Benda Mirip Paku dan Pisau di Perut Pria asal Situbondo

Dikatakan dr Andri, masyarakat awam masih banyak yang salah paham dengan depresi. Depresi membuat seseorang mengalami penurunan suasana hati, malas melakukan apapun dan cenderung berdiam diri.

Sementara gangguan psikotik memang bisa menyebabkan seseorang marah-marah, mengamuk dan tidak memperdulikan orang lain di sekitarnya. Besar kemungkinan, apa yang dialami oleh Hendro merupakan dampak dari gangguan jiwanya yang tidak tertangani dengan baik.

"Sekali lagi, pasien gangguan jiwa memang bisa saja menelan benda-benda yang aneh dan tak lazim. Tapi bukan berarti semua pasien gangguan jiwa pasti melakukan itu. Kalau gangguan jiwanya ditangani dengan baik, minum obat rutin, tidak akan melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri," tutupnya.

Baca juga: Percaya Nggak Percaya Tapi Ini Nyata

(mrs/up)
News Feed