Selasa, 11 Jul 2017 16:42 WIB

Kisah Ibunda Chelsea Islan Saat Berjuang Melawan Kanker Payudara

Widiya Wiyanti - detikHealth
Samantha Barbara adalah survivor kanker payudara. Foto: Widiya Wiyanti
Jakarta - Kanker payudara adalah salah satu penyakit yang menyebabkan angka kematian terus meningkat pada wanita. Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), satu dari delapan wanita berisiko terkena kanker payudara.

Kurangnya kesadaran akan risiko penyakit inilah yang membuat angka kematian semakin meningkat. Oleh karena itu, banyak pejuang kanker payudara yang selalu menkampanyekan fase preventif SADARI (periksa payudara sendiri) untuk menyadarkan para wanita di mana saja.

Salah satu pejuang kanker yang tiada henti menyuarakan SADARI adalah ibunda aktris cantik ternama Chelsea Islan, Samantha Barbara. Samantha terdiagnosis kanker payudara pada tahun 2013.

"Saya tidak punya gejala sama sekali. Saya dikasih tahu teman saya kalau dia kena kanker payudara stadium empat, nah itu men-triger saya untuk cek payudara," ujar Samantha kepada detikHealth saat ditemui usai konferensi pers Indonesia Goes Pink di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017).

Baca juga: Chelsea Islan Ikut Kampanyekan Pengecekan Dini Kanker Payudara

Berkat ketidaksengajaan memeriksa payudara, ternyata didapati benjolan sebesar lima centimeter di payudara sebelah kirinya. Dokter mendiagnosisnya terkena kanker payudara stadium 2B.

"Siapa sih yang nggak shock ternyata ini kanker. Kata 'kanker' ini kan bikin shock, tentunya waktu saat itu nggak percaya, nggak tau mau ngapain," kata Samantha.

Tanpa tunda-tunda lagi ia segera menjalani operasi pengangkatan payudara setelah dua minggu terdiagnosis. Serangkaian pengobatan telah ia jalani, mulai dari kemoterapi selama 1,5 tahun dan menjalankan radiasi sebanyak 33 kali.

Baca juga: Chelsea Islan Ungkap Bahagianya Punya Adik Angkat Pasien Kanker Otak

Setelah melakukan serangkaian pengobatan, akhirnya Samantha bisa menikmati hidupnya tanpa tekanan kanker. "Sekarang sih sudah zero, tapi harus tetap chek up," imbuhnya.

Karena Samantha merasakan perjuangan yang amat berat untuk bertahan hidup, ia mengaku ingin memotivasi orang lain agar meningkatkan kesadaran betapa bahayanya penyakit satu ini.

"Lakukan SADARI pada waktu 7-10 hari setelah menstruasi. Karena saat itu di payudara sedang mempersiapkan hormon-hormon. Kalau merasa ada benjolan segera periksa ke dokter," pungkasnya.

Baca juga: Perjuangan Leni, Jualan Kue untuk Melawan Kanker Payudara Stadium Empat

(wdw/up)