Selasa, 18 Jul 2017 09:06 WIB

Kata Psikolog Soal Undang Mantan ke Acara Pernikahan

Suherni Sulaeman - detikHealth
Tetangga dan kerabat lumrah masuk dalam daftar tamu undangan pernikahan. Namun jika ingin mengundang mantan kekasih, apa ya yang harus dipertimbangkan? (Foto: thinkstock) Tetangga dan kerabat lumrah masuk dalam daftar tamu undangan pernikahan. Namun jika ingin mengundang mantan kekasih, apa ya yang harus dipertimbangkan? (Foto: thinkstock)
Jakarta - Tetangga dan kerabat lumrah masuk dalam daftar tamu undangan pernikahan. Namun jika ingin mengundang mantan kekasih, apa ya yang harus dipertimbangkan?

Mengomentari hal ini, Sri Juwita Kusumawardhani MPsi atau yang akrab disapa Wita, psikolog dari Tiga Generasi mengatakan bahwa sebelum memutuskan untuk mengundang mantan patut mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya histori akhir cinta dengan sang mantan.

"Setelah putus ada yang bisa mempertahankan hubungan, ada yang nggak. Nah kenapa mantan nggak kita undang ke pernikahan mungkin kebanyakan permasalahannya itu masih belum beres," kata

"Kan sebenarnya yang dikhawatirkan adalah kalau mantan datang ke pernikahan itu akan mengacaukan acara pernikahan kita atau nggak. Tentunya kita perlu dengan bijak menimbang apakah si mantan ini akan mengacaukan atau tidak sih," sambung Wita.

Yang kedua, lanjut Wita, mengundang mantan kekasih di acara akad maupun resepsi pernikahan tidak bisa diputuskan sendiri. Agar tidak terjadi masalah, penting mendiskusikan terlebih dahulu dengan pasangan apakah setuju menghadirkan sang mantan atau tidak.

Baca juga: Ragu Jelang Pernikahan? Begini Saran Psikolog

"Misalkan nih kita pacaran 7 tahun terus putus, setelah 1 tahun kita ketemu sama calon suami kita sampai nikah. Terus dia ngerasa 'duh nggak deh, kamu kan lama banget pacaran sama dia, kayaknya aku masih kalah lah walaupun aku berhasil nikahin kamu'. Jadi ngerasa tetap jadi saingan utama," papar Wita.

Namun jika mengalami kondisi sebaliknya, diundang mantan ke pernikahannya, pastikan diri sudah siap bila bertemu sang mantan bersanding dengan orang lain. Jika memang berniat datang, Wita berpesan untuk tidak datang sendirian.

"Tanyakan sama diri sendiri, kita udah siap atau nggak. Siapa tahu si pasangan mantan kita itu jadinya insecure juga sama kita. Jadi kita tunjukkan juga lah, kita bukan pihak yang perlu dicurigai. Intinya utamakan perasaan diri sendiri dulu baru perasaan orang lain," pungkas Wita.

Baca juga: Mengapa Pria Cenderung Tak Terlalu Ribet Saat Siapkan Pernikahan?

(up/up)
News Feed