Kamis, 20 Jul 2017 08:05 WIB

Psikiater: Gaya Hidup yang Glamor Kerap Dorong Artis Terjebak Narkoba

Widiya Wiyanti - detikHealth
Maraknya kasus artis Indonesia yang terjerat napza seperti Axel Matthew Thomas, disebut-sebut berhubungan dengan gaya hidup yang glamor. Akibatnya, sebagian dari mereka kebablasan. (Foto: Hanif Hawari/detikHOT) Maraknya kasus artis Indonesia yang terjerat napza seperti Axel Matthew Thomas, disebut-sebut berhubungan dengan gaya hidup yang glamor. Akibatnya, sebagian dari mereka kebablasan. (Foto: Hanif Hawari/detikHOT)
Jakarta - Kasus yang menjerat beberapa artis di Indonesia seperti Pretty Asmara dan anak dari selebriti Jeremy Thomas, Axel Matthew bukan lain karena penyalahgunaan napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya).

Menurut psikiater dari RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan Jakarta, dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ hal tersebut dikarenakan gaya hidup artis yang mayoritas glamor. Banyak artis yang 'kebablasan' berkecimpung di dunia hiburan.

"Standar kriteria tentang status kemapanan di kalangan mereka membuat mereka ini tidak kuat menghadapi kegagalan kalau mereka tidak mencapai itu," ujarnya kepada detikHealth saat ditemui di RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Baca juga: Bedakan dengan Pengedar, Psikiater Anjurkan Korban Narkoba Direhabilitasi

Dokter yang terkenal dengan nama Noriyu itu menjelaskan bahwa beberapa artis mungkin saja menggunakan zat-zat berbahaya tersebut untuk membuatnya merasa tenang ketika terjadi masalah di kehidupannya.

"Artinya untuk mentrasport mereka ke dunia itu ya mereka harus menggunakan zat-zat yang membuat mereka senang, mengantarkan mereka supaya mereka punya energi berlebih. Ya itu sih hanya medium ya," imbuhnya.

Lingkungan menurutnya berperan penting dalam masalah ini. Lingkungan yang tidak sehat dapat membawa seseorang lupa akan tujuan awalnya terjun di dunia keartisan.

"Contoh, dia mau masuk di dunia keartisan awalnya dia punya kecintaan di dunia akting, karena dia berbakat di situ. Tapi dia rempong terhadap kehidupan glamornya. Akhirnya dia lupa tujuan utamanya. Bolehlah ikut sedikit supaya nggak dibilang 'nggak asik loe', boleh sedikit ikut gaul, tapi jangan lupa tujuan utamanya apa," jelas psikiater yang juga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang DKI Jakarta ini.

Dari berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi, yang paling penting adalah keteguhan diri sendiri. Semakin teguh diri pada tujuan yang baik, maka akan jauh dari hal-hal negatif seperti masalah tersebut.

Baca juga: Fakta Happy Five yang Dipesan Anak Jeremy Thomas, Bikin Kelelahan

(wdw/up)