Selasa, 25 Jul 2017 07:03 WIB

Tiap Tahun, LKNU Temukan 1 Juta Penderita TB Baru di Indonesia

Andhika Dwi - detikHealth
Tiap tahunnya ditemukan satu juta penderita tuberkulosis (TB) baru di Indonesia. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Kediri - Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) temukan sedikitnya ada 1 juta pengidap TB (Tuberkulosis) paru di Indonesia setiap tahunnya.

"Tiga minggu melakukan penelitian, sudah ditemukan 5 ribu pengidap TB baru se-Indonesia. Di Indonesia angkanya 3,95 persen populasi penduduk atau kurang lebih 1 juta pertahun kasus baru," ucap dr Esty Febriani, MSi, chief of Party, Pimpinan Program CEPAT-LKNU di Hotel Insumo Kediri, Senin (24/7/2017).

Di Kediri sendiri ada 428 kasus TB baru yang ditemukan selama 5 tahun terakhir. Jumlah ini merata di setiap kecamatan, baik di Kota maupun Kabupaten Kediri. Paling banyak ditemukan di Kecamatan Wates dan Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Jumlah yang ditemukan ini, menurut dr Esty, merupakan sebagian kecil dari data pengidap TB sebenarnya sebab dukungan LKNU di Kediri hanya menjangkau sekitar 15 kecamatan saja. Oleh karena itu pihaknya yakin jumlah riil jauh lebih besar.

"Kita cari data dari puskesmas-puskesmas. Siapa-siapa saja pengidap TB ini dan yang sudah sembuh. Lalu kita lacak mereka dengan cara wawancara. Hasilnya kita koordinasikan dengan pemerintah daerah," jelas Ninis Syarifah, Pimpinan LKNU Kediri Raya dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: TB Anak Mendominasi Kunjungan Rawat Jalan di RSPI Sulianti Saroso

Untuk itu, dr Esty berharap para pengidap bisa proaktif untuk memeriksakan dirinya. Adapun gejala penyakit ini sangat mudah untuk diketahui yaitu terjadinya batuk berdahak terus-menerus selama dua minggu tanpa berhenti, serta berkeringat di malam hari.

"Jika merasa mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter maupun puskesmas terdekat. Jangan khawatir, karena pengobatan penyakit TB ini gratis," tegas dr Esty.

Penyakit TB sangat mudah menular sebab hanya melalui udara, yaitu percikan ludah dari penderita yang terbawa udara hingga sampai ke penderita lainnya.

dr Esty menambahkan, pengidap yang sudah dinyatakan positif TB harus menjalani perawatan rutin, yakni mengkonsumsi obat selama 6 hingga 8 bulan.

Pengidap TB yang telat minum obat akhirnya menjadi resisten atau kebal terhadap obat, sehingga peluang kesembuhannya juga semakin kecil.

Baca juga: Ini yang Bisa Bikin Target Zero TB di Indonesia Sulit Dicapai (up/up)