Senin, 31 Jul 2017 14:18 WIB

Riset Katakan Parno Ada Gunanya Lho Bagi Kesehatan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Sekali-dua kali merasa gelisah atau takut karena suatu hal merupakan hal yang wajar. Tetapi kalau sudah berlebihan, kasihani psikis Anda dong.

Namun untuk urusan kesehatan, parno atau paranoid ternyata memiliki manfaat positif. Hal ini didasarkan pada pengamatan terhadap lebih dari 500.000 orang berusia 37-73 tahun.

Masing-masing ditanya tentang gaya hidup dan riwayat penyakit, termasuk apakah mereka merasa sehat atau tidak. Untuk memperkuat hasil kuesioner tersebut, peneliti juga melakukan tes kepribadian pada partisipan. Partisipan kemudian diamati selama enam tahun.

Dari data tersebut terungkap mereka yang cenderung neurotik atau parno, gugup, frustrasi dan khawatir dengan kesehatannya memiliki risiko kematian yang tinggi.

Namun menariknya, ketika peneliti mencoba mengamati status kesehatan partisipan dari laporan pribadi mereka ditemukan hal sebaliknya.

Mereka yang merasa kesehatannya tidak begitu ideal namun neurotiknya tinggi, terjadi penurunan risiko kematian karena berbagai hal, utamanya kanker.

Baca juga: Suka Sebarkan Hate Speech? Bisa Jadi Punya Gangguan Neurotik

"Ternyata kaitan keduanya ini sifatnya sangat bervariasi, tergantung pada bagaimana mereka menilai kesehatannya sendiri," ungkap ketua tim peneliti Catharine Gale dari University of Edinburgh dan University of Southampton seperti dilaporkan Time.

Sebaliknya, mereka yang menganggap dirinya sangat sehat tetapi neurotiknya juga tinggi, tidak ditemukan dampak apapun pada risiko kematian mereka. "Tetapi kalau mereka merasa tidak begitu sehat dan cenderung parno pada kesehatannya, kondisi ini ternyata memberikan efek perlindungan, walaupun hanya sedikit," imbuh Gale.

Menurut hemat Gale, menjadi seseorang yang neurotik atau cenderung parno pada kesehatannya justru mendorong mereka untuk rajin ke dokter atau menggunakan layanan kesehatan yang ada.

Dengan begitu, ketika mereka sakit betulan, mereka akan mendapatkan diagnosis lebih dini dan outcome yang dihasilkan juga menjadi lebih bagus, salah satunya pengobatan yang lebih efektif.

Namun ada baiknya untuk tidak bangga jika memiliki kecenderungan neurotik ini mengingat kondisi mental ini dikaitkan dengan gangguan mental seperti depresi.

Baca juga: Pria yang Mudah Cemas dan Wanita yang Teliti Lebih Susah Punya Anak (lll/ajg)