Rabu, 02 Agu 2017 14:41 WIB

Kata Dokter tentang Penyalahgunaan Narkoba Cair dalam Rokok Elektrik

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Polres Jaksel membongkar peredaran narkoba dalam bentuk liquid vape (Foto: Rengga Sancaya) Polres Jaksel membongkar peredaran narkoba dalam bentuk liquid vape (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Narkoba cair atau liquid drugs bermodus rokok elektrik mulai muncul di peredaran. Salah satu yang sempat populer adalah 'blue saphir'.

Kepala Seksi Pelayanan Bidang Medis Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), dr Hari Nugroho menyebut narkoba cair sebenarnya bukan hal yang baru. "Di USA, tahun 2010 sudah muncul sabu cair," terangnya.

Diakuinya, penyalahgunaan narkoba cair dengan vape atau rokok elektrik memang baru populer beberapa tahun belakangan ini. Jenisnya pun bukan hanya blue safir, melainkan semua jenis narkoba bisa dibuat bentuk cairnya. Terbaru, ada liquid high yang mengandung senyawa mirip ganja.

"Jenisnya bermacam-macam, yang lagi marak akhir-akhir ini adalah liquid metamfetamin," jelas dr Hari.

Baca juga: Fakta Penggunaan Narkoba untuk Diet seperti Diakui Pedangdut Ridho Rhoma

Dari segi penggunaan, dr Hari juga menjelaskan bahwa tak hanya melalui rokok elektrik, narkoba jenis cair juga digunakan bisa dengan cara di suntikan pada tubuh. Namun sejalan dengan sedang kepopuleran vape, hal ini menjadi jalan termudah untuk menyalahgunakan obat-obatan terlarang.

"Ini cara mengelabui, keliatannya isinya liquidnya biasa tapi isinya drugs. Tidak ada orang yang akan menyadari isinya adalah drugs," pungkasnya.

Baca juga: Narkoba Ini Dulunya Obat Pelangsing, Sekarang Pakai Turunannya

(up/up)
News Feed