Kamis, 03 Agu 2017 11:12 WIB

Elon Musk Mengaku Bipolar, Diduga Ini Penyebabnya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Penyebab Elon Musk didagnosis bipolar. Foto: Twitter
Jakarta - Pria di balik kesuksesan Tesla, Elon Musk, baru-baru ini menggemparkan dunia dengan pengakuannya tentang gangguan bipolar.

Faktanya sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Health and Social Behavior di tahun 2014 menunjukkan bahwa para CEO memang rata-rata mengalami tingkat depresi dua kali lipat daripada orang kebanyakan.

"Ini tidak mengejutkan karena banyak orang dengan gangguan bipolar menjadi sangat sukses, sebab mereka sangat kreatif, tahan banting dan proaktif dalam meningkatkan potensi dirinya," ungkap Dennis C Miller, mantan CEO dan penulis buku 'Moppin Floors to CEO: From Hopelessness and Failure to Happiness and Success' kepada Fox Business.

Miller juga mengaku memiliki gangguan ini. Bahkan menurutnya, jika tanpa gangguan mental ini, ia mungkin takkan sesukses sekarang.

Baca juga: Surprise! Bos Tesla Elon Musk Mengaku Idap Gangguan Bipolar

Menanggapi pengakuan Musk, seorang psikiater dari University of Toronto, Dr Sam Ozersky berkomentar, kalaupun belum terdiagnosis secara resmi dengan gangguan bipolar bisa jadi Musk mengidap hypomania atau bentuk manik yang lebih ringan.

Hypomania sendiri ditandai dengan perasaan gembira yang sering meluap-luap dan hiperaktif. "Kadang-kadang hypomania ini juga bagus. Ada sedikit 'high' yang membuat para CEO ini berani mengambil risiko dan memberi mereka kepercayaan diri," terangnya.

Meski hanya mengatakan stres, namun dari pernyataannya bahwa ada 'stres tak berkesudahan' yang dialaminya', maka ini sekaligus memberikan bukti bahwa stres kronis atau berkepanjangan identik dengan depresi.

Stes yang dialami Musk nampaknya juga bukan hanya karena pekerjaannya sebagai CEO, melainkan juga terlihat dari jalan panjangnya dalam menjalin hubungan.

Pria berusia 46 tahun tersebut telah tiga kali menikah. Dua di antaranya adalah dengan aktris dan model asal Inggris, Talulah Riley. Keduanya pertama kali menikah di tahun 2010 lalu berpisah di tahun 2012. Namun beberapa bulan kemudian, keduanya mengikat janji kembali.

Bahkan ketika akan mencerai Riley, Musk pun sempat maju mundur. Hingga akhirnya proses perceraian mereka baru final di tahun 2016 akhir.

Baca juga: Ini Alasannya Orang dengan Gangguan Bipolar Perlu Diberi Penanganan

Menariknya, sejumlah penelitian juga menyebut adanya keterkaitan antara teknologi dengan kecenderungan depresi pada mereka yang sering menggunakangadget karena mereka berada di bawah tekanan untuk terus membalas email atau telepon meskipun tidak sedang di kantor. SedangkanMusk adalah seorangenterpreneur yang banyak bergerak di bidang inovasi teknologi.


Ingin bisa mengenali gejala gangguan bipolar pada diri seseorang. Simak penjelasannya dalam video 20detik berikut ini:

(lll/fds)