Senin, 07 Agu 2017 09:06 WIB

Tahun 2050, Infeksi Bakteri Diprediksi Lebih Mematikan dari Kanker

Firdaus Anwar - detikHealth
Infeksi oleh bakteri dan mikroba lainnya diprediksi akan menjadi ancaman serius. (Foto: Getty Images)
Jakarta - Ada beberapa kondisi penyakit yang ditakuti secara global sebut saja seperti human immunodeficiency virus (HIV), penyakit jantung, atau kanker. Hal tersebut kemungkinan akan berubah pada tahun 2050 di mana infeksi bakteri oleh studi diprediksi akan jadi jauh lebih mematikan.

Dipublikasi dalam jurnal Antimicrobial Resistance pemimpin studi Jim O'Neill mengatakan bahwa infeksi oleh mikroba yang kebal terhadap antibiotik dalam beberapa tahun ke depan dapat membunuh lebih banyak orang daripada kanker.

Baca juga: Begini Asal Mula Terjadinya Resistensi Antibiotik

Beberapa jenis mikroba seperti E. coli, malaria, dan tuberkulosis diketahui sudah mulai menunjukkan kekebalan. Saat ini infeksi oleh mikroba tersebut membunuh sekitar 700 ribu orang per tahun namun pada tahun 2050 angka korban diprediksi akan menjadi 50 juta orang per tahun.

"Kita perlu mengurangi konsumsi antibiotik global secara drastis. Untuk bisa melakukannya para pemimpin dunia perlu mencapai kesepakatan, termasuk membatasi pemakaian antibiotik yang penting bagi manusia," kata Jim seperti dikutip dari Medical Daily, Senin (7/8/2017).

Menurut Jim pemakaian antibiotik yang gegabah sehingga mempercepat resistensi paling banyak terjadi pada praktik agrikultur. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri juga menyebut bahwa penggunaan antibiotik pada ternak jadi sumber paling penting munculnya resistensi bakteri salmonella, campylobacter, E. coli, hingga MRSA.

"Saya cukup terkejut ketika menemukan bahwa penggunaan antibiotik paling banyak justru pada hewan daripada manusia," ungkap Jim.

Baca juga: Perlu Tahu! Antibiotik pada Hewan Ternak Bisa Masuk ke Tubuh Manusia (fds/up)