Senin, 14 Agu 2017 11:17 WIB

Penyandang Skizofrenia Seperti Serda Wira Rentan Untuk Bunuh Diri

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Kasus pemukulan anggota polantas Pekanbaru oleh anggota TNI, Serda Wira Sinaga baru-baru ini menjadi viral. Disebut bahwa pelaku mengalami gangguan kejiawaan yang disebut skizofrenia.

Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2016, terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia.

Di Indonesia sendiri, menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, Indonesia memiliki 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk yang mengalami gangguan jiwa berat seperti skizofrenia.

Skizofrenia termasuk kategori gangguan jiwa berat yang mengganggu daya nilai realita seseorang, sehingga pasien tersebut tidak bisa membedakan antara fantasi dan realita.

Baca juga: Pelaku Pemukulan Polantas Mengidap Skizofrenia, Penyakit Apakah Itu?

Ditemui detikHealth di Atamerica Pacific Place Mall baru-baru ini, psikiater dari RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan Jakarta, Nova Riyanti Yusuf, SpKJ mengatakan bahwa pasien gangguan ini rentan untuk melakukan tindakan bunuh diri.

"Justru yang dikhawatirkan bisikan yang bisa membahayakan diri, seperti bunuh diri," ujarnya.

Menurut wanita yang akrab disapa Noriyu ini, gangguan kejiawaan skizofrenia memiliki gejala khas yang muncul pada pasiennya seperti bisikan-bisikan di telinga atau halusinasi auditorik.

"Halusinasi auditorik bisa bersifat menyuruh, mengomentari, atau mengejek," imbuh ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) cabang DKI Jakarta.

Baca juga: Serda Wira Sinaga yang Pukul Polantas Disebut Alami Skizofrenia (wdw/fds)