Senin, 14 Agu 2017 15:05 WIB

Kaum Milenial Mudah Kecanduan Teknologi dan Internet

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kecanduan dengan gawai disebut pakar dapat memengaruhi otak seperti pada kecanduan narkoba. (Foto: Getty Images)
Jakarta - Kaum milenial atau yang dikenal sebagai generasi Y disebut-sebut sedang kecanduan akan internet saat ini. Generasi muda dengan rentang usia 15-30 tahun ini terbiasa menggunakan internet hingga hampir 24 jam.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan dilantik pada bulan Oktober nanti, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa definisi sukses kaum milenial sangat berbeda dengan defini sesungguhnya.

"Untuk keluarga saya, sukses itu kalau bisa jadi seorang profesional atau profesor. Di umur saya, sukses itu bisa dapat duit, sukses di dunia politik. Tapi kalau untuk milenial, sukses itu kalau followers-nya banyak, yang like juga banyak," ujarnya di @america Pacific Place Mall baru-baru ini.

Baca juga: Studi: Kecanduan Internet Bisa Berarti Gangguan Mental Lain yang 'Terselubung'

Psikiater dari RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan Jakarta, Nova Riyanti Yusuf, SpKJ mengatakan bahwa penggunaan teknologi dan internet bisa mempengaruhi otak sesorang.

"Jadi ada beberapa jurnal artikel dan lain sebagainya mengatakan bahwa mengirim pesan seperti chatting, sms dan surfing web atau meng-google dan lain sebagainya itu menggunakan area berbeda di otak, berbeda dengan kalau kita berbicara dan membaca yang tradisional," jelasnya.

Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), otak manusia masih terus mengalami proses perkembangan hingga usia 25 tahun. Oleh karena itu otak manusia mengalami perubahan-perubahan saat terpapar teknologi dan internet.

"Bisa mempengaruhi cara komunikasi. Bagaimana sih cara komunikasi dengan milenial? Pakai jari," imbuh wanita yang akrab disapa Noriyu ini.

Menurut Noriyu yang merupakan ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) cabang DKI Jakarta ini, risiko terburuk dari penggunaan teknologi dan internet adalah orang-orang bisa mengalami adiksi atau kecanduan terhadapnya.

Sama seperti yang dikatakan oleh penelitian dari Internet Addiction Disorder (IAD) bahwa teknologi dan internet sama bahayanya dengan adiksi obat-obatan terlarang.

Baca juga: Hati-hati, Makin Banyak Teman Facebook Makin Mudah Terkena Stres (wdw/fds)