Senin, 28 Agu 2017 13:32 WIB

Asal-usul Nama Tahi Lalat dan Kaitannya dengan Kesehatan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Pernahkah Anda bertanya mengapa benjolan nevus disebut sebagai tahi lalat? Simak di sini pembahasannya ya: Foto: thinkstock
Jakarta - Pernahkah Anda bertanya mengapa benjolan nevus disebut sebagai tahi lalat? Padahal jika dilihat, lalat yang hinggap di wajah atau tubuh tidak meninggalkan kotoran, dan tahi lalat sudah dimiliki orang bahkan sejak ia lahir.

Dalam istilah medis, tahi lalat disebut sebagai nevus. Nevus merupakan kata dari bahasa latin yang berarti tanda lahir. Tanda lahir digunakan untuk membedakan satu manusia dengan manusia lainnya, dan umumnya ada sejak masih bayi.

Lalu bagaimana bisa nevus yang berarti tanda lahir, diadopsi sebagai tahi lalat dalam bahasa Indonesia? Menurut dokter spesialis kulit dari RS Mayapada, dr Armansjah Dara Sjahrudin, SpKK, MKes, belum ada penjelasan pastinya.

"Tahi lalat itu kayaknya sebutan di Indonesia saja dan asal-muasalnya saya kurang tahu. Tapi dalam dunia kedokteran namanya nevus," ungkap dr Dara.

Ada yang menyebut istilah tahi lalat muncul karena bercak cokelat dan kehitaman mirip dengan 'jejak' atau kotoran yang ditinggalkan lalat di makanan. Ada juga yang mengatakan tahi lalat mirip dengan lalat yang hinggap di tubuh jika dilihat dari kejauhan.

Baca juga: Bukan dari Kotoran Lalat, Ini Faktor Penyebab Munculnya Tahi Lalat

Soal asal-usul nama ini, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, dari D&I Skin Centre mengaku tidak paham betul. Yang jelas menurutnya, tahi lalat bukanlah kotoran yang ditinggalkan lalat di tubuh dan wajah manusia.

"Tahi lalat itu adalah kumpulan melanin yang menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi di salah satu bagian tubuh, bisa tangan, punggung, atau wajah, dan biasanya genetik," ungkap dr Darma.

dr Darma juga menuturkan bahwa selain faktor bawaan lahir atau genetik, tahi lalat juga dapat terbentuk seiring dengan bertambahnya usia. Pada beberapa kasus, tahi lalat juga bisa mengindikasikan adanya bahaya bagi tubuh seperti kanker kulit atau melanoma.

Ia mengatakan tidak semua tahi lalat berbahaya dan dapat menyebabkan kanker. Untuk mengetahui apakah tahi lalat berbahaya atau tidak, ia mengatakan ada rumus yang bisa digunakan, yakni rumus ABCDE.

"A itu asimetri, B itu border, C itu color, D itu diameter dan E itu Evolution. Kalau memenuhi syarat-syarat itu baru bisa dilihat apakah berbahaya dan harus konsul ke dokter," tutupnya.

Baca juga: Curiga Tahi Lalat Anda Berbahaya? Coba Gunakan Rumus ABCDE

(mrs/fds)