ADVERTISEMENT

Minggu, 17 Sep 2017 14:10 WIB

Di Masa Depan, Imunisasi Mungkin Cuma Perlu Sekali Suntik

Firdaus Anwar - detikHealth
Kalau imunisasi bisa sekali suntik saja, anak juga mungkin tidak akan trauma terhadap jarum. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Dalam program imunisasi di seluruh dunia, biasanya anak-anak sudah dijadwalkan mendapat vaksin tertentu untuk membangun kekebalannya terhadap bibit penyakit. Hanya saja yang jadi masalahnya pemberian vaksin ini perlu dilakukan berulang sehingga mungkin saja ada anak terlewat.

Nah untuk mengatasi hal tersebut peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) tengah mengembangkan bagaimana caranya agar vaksin diberikan hanya sekali suntik saja. Dengan demikian orang tua tak perlu khawatir melewatkan jadwal imunisasi sementara anak juga tak perlu sering-sering menghadapi jarum suntik.

Baca juga: Takut Disuntik? Kelak Tak Ada Lagi Karena Adanya Plester Ini

Dipublikasi di jurnal Science, Profesor Robert Langer dari MIT menyebut tahap awal menunjukkan hasil yang menjanjikan. Peneliti memasukkan vaksin ke dalam kapsul mikroskopik yang secara berkala akan melepaskan dosis tepat.

Tes menunjukkan ketika vaksin disuntikkan pada tikus kapsul mikroskopik tersebut bisa melepaskan vaksin tepat pada hari ke sembilan, 20, dan 41. Desain kapsul tersebut bisa diubah sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

"Untuk pertama kalinya kami berhasil menciptakan sebuah perpustakaan kecil yang dapat menyimpan partikel vaksin dan dapat diprogram untuk melepaskannya pada waktu tertentu secara akurat. Orang-orang jadi bisa mendapat sekali suntikan dengan efek perlindungan berlipat di dalamnya," kata Prof Robert seperti dikutip dari BBC, Minggu (17/9/2017).

Ide mencari cara agar vaksinasi sekali saja sebetulnya sudah pernah dilakukan oleh tim peneliti lain. Hanya saja dengan pendekatan yang berbeda di mana pada studi sebelumnya peneliti membuat agar vaksin dilepaskan di dalam tubuh dengan dosis kecil dalam waktu lama.

Sementara yang dilakukan oleh Prof Robert adalah vaksin dilepaskan secara singkat sehingga seolah-olah tubuh mendapat dosis vaksin seperti pada program imunisasi biasanya.

Baca juga: KPAI: Penting Mengedukasi Orang Tua Tentang Imunisasi MR (fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT