Rabu, 20 Sep 2017 13:40 WIB

Awas! Dimarahi dan Tidak Diapresiasi oleh Bos Bisa Sebabkan Psikotik

Widiya Wiyanti - detikHealth
Dimarahi dan tidak diapresiasi kinerjanya oleh atasan dapat menyebabkan gejala psikotik. Foto: Thinkstock Dimarahi dan tidak diapresiasi kinerjanya oleh atasan dapat menyebabkan gejala psikotik. Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak orang yang merasa jenuh karena suasana lingkungan kerja yang tidak sesuai dengan kepribadiannya sehingga mengalami burnout yang dapat menyebabkan masalah pada kesehatan mental.

Hubungan yang kurang baik antar teman dan atasan pun menjadi salah satu faktor terjadinya burnout di tempat kerja. Contohnya Tania, karyawati di salah satu perusahaan swasta yang hampir mengalami burnout setiap hari.

"Yang bikin lelah kerja bukan kerjaannya, tapi lingkungannya. Seperti bos yang menuntut ini-itu tanpa apresiasi," ujarnya kepada detikHealth.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI, Dr dr Fidiansjah, SpKJ, MPH mengatakan bahwa hal tersebut bisa memicu masalah kesehatan mental di tempat kerja, seperti burnout, trauma, stres pasca trauma, depresi, atau bahkan yang lebih parah psikotik.

"Burnout itu kejenuhan, jadi bagaimana suasana kerja yang monoton atau mungkin interaksi yang hanya berhubungan dengan mesin, atau hubungan dengan atasan atau teman dekat enggak baik. Yang lain yang muncul pada interaksi perorangan itu trauma, jadi misal dia menghadapi situasi tekanan yang sangat begitu bermakna sehingga dia trauma terhadap situasi kerja itu dan akhirnya menarik diri. Itu hampir sama dengan orang yang mengalami trauma seperti bencana," jelasnya.

Baca juga: Curhat, Langkah Awal yang Baik untuk Atasi Burnout di Tempat Kerja


Efek dari hubungan dengan atasan yang tidak baik bukan hanya memengaruhi kinerja seseorang, tapi dapat menyebabkan masalah emosional yang disebut stres pasca trauma.

"Dimarahi begitu sangat memalukan, atau tugas di luar batas dari kemampuan karyawan. Itu pada kondisi orang yang rentan dengan trauma bisa alami stres," imbuh dr Fidiansjah.

Selain itu, pekerja dapat mengalami depresi karena kinerjanya yang tidak diapresiasi atau tidak adanya penghargaan dari seorang atasan terhadap kreatifitasnya.

Lebih parahnya lagi, semua hal itu bisa menjadi gejala ekstrem yang sudah di luar realitas atau dalam dunia kesehatan jiwa disebut psikotik. Yaitu adanya gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan individu menilai kenyataan yang terjadi.

"Sudah kacau sekali, dan bisa terjadi pada kerentanan individu yang tidak bisa mengatasi stres kerja secara efektif. Akhirnya realitas dia untuk menyikapi dengan normal terlampaui. Maka muncul gejala-gejal yang disebut dengan psikotik seperti ngomong sendiri, halusinasi," tutup dr Fidiansjah.

Baca juga: 7 Cara Terbaik untuk Atasi Burnout

(wdw/up)