ADVERTISEMENT

Rabu, 04 Okt 2017 10:15 WIB

Waspadalah! Diabetes Banyak Memicu Kematian Laki-Laki Karena Ini

Erika Kurnia - detikHealth
Risiko kematian diabetes pada laki-laki tinggi karena maskulinitas mereka. Foto: iStock
Jakarta - Arie Hendrosaputro alias Bang Napi menjadi salah satu figur dari banyak laki-laki yang meninggal dengan riwayat diabetes. Hal ini mungkin terkait dengan hasil satu penelitian yang menunjukkan alasan mengapa lebih banyak laki-laki yang meninggal karena diabetes mellitus daripada perempuan.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Copenhagen di Denmark melihat bahwa hal ini terjadi karena maskulinitas laki-laki membuat mereka enggan mengubah pola makan dengan diet sehat, daripada kaum perempuan yang mengidap diabetes.

Pengidap diabetes tipe 2 umumnya akan diminta untuk mengubah pola diet, selain minum obat secara rutin. Studi menunjukkan bahwa diet dapat mengurangi risiko kematian akibat diabetes hingga tiga puluh persen. Sayangnya, rekomendasi tersebut lebih dipatuhi perempuan daripada laki-laki.

Baca juga: Diabetes yang Diidap 'Bang Napi', Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia

"Perempuan lebih menerima penyakit yang mereka derita dan mau mengimplementasikan manajemen penyakit lebih mudah, yang berdampak pada hasil jangka panjang," ungkap Dr Marlene Krag, yang mengerjakan studi ini, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (4/10/2017).

Di sisi lain, maskulinitas laki-laki justru menjadi tantangan dalam perubahan gaya hidup dan kebiasaan harian para pengidap diabetes. Pendekatan perawatan diabetes yang terstruktur, menurutnya, sering kali bertentangan dengan kecenderungan laki-laki yang lebih mempercayai pembelajaran secara mandiri daripada pengelolaan diri yang direkomendasikan ahli.

Penelitian, yang dipublikasikan di jurnal Diabetologia, ini menilai hasil dari percobaan pemberian perawatan yang disesuaikan untuk olahraga dan diet kepada pasien antara tahun 1989 dan 1995 di Denmark.

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT