Jumat, 06 Okt 2017 17:00 WIB

Menkes Sebut Tes Deteksi Dini Bisa Turunkan Angka Kanker Serviks

Yulida Medistiara - detikHealth
Kanker serviks bisa dicegah dengan deteksi dini dan vaksinasi. Foto: thinkstock Kanker serviks bisa dicegah dengan deteksi dini dan vaksinasi. Foto: thinkstock
Jakarta - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan tes deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara dilakukan untuk menurunkan angka pengidap kanker serviks. Ia pun mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kejaksaan Agung yang menggelar bakti sosial deteksi kanker.

"Kita apresiasi sebenarnya ini bagus sekali untuk menurunkan angka kanker serviks yang begitu tinggi di Indonesia," kata Nila, di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2017).

"Saya kira bagus sekali dengan acara ini, saya kira karena program ini diambil oleh Bu Negara, Bu Iriana. Bu Iriana kan punya perkumpulan istri menteri termasuk Kejaksaan Agung, mereka kan punya kementerian, punya ke daerah, itu yang saya bilang se-nasional dikerjakan. Ini yang kita harapkan, kalau kita diam saja Kemenkes 'ayo-ayo kita IVA tes' mungkin didiamkan tapi karena ibu-ibu ini dilibatkan, kan hari ini berapa ratus dikerjakan," imbuhnya.

Infografis: Penyebab Kanker Serviks, Kenali Agar Bisa Dicegah

Nila sempat meninjau beberapa ruang yang digunakan untuk tes dini kanker. Jika ada yang terdeteksi mengidap kanker nantinya akan langsung ditangani BPJS, dalam kegiatan itu ia mengatakan ada satu wanita yang terdeteksi kanker sehingga penanganannya bisa dilakukan dengan cepat.

"Tadi mereka mengatakan di sini menemukan satu yang masih dini tapi kita harapkan nasibnya bisa lebih baik," kata Nila.

Ia mengatakan saat ini kanker serviks dan payudara jumlah pengidapnya nomor dua tertinggi di Indonesia. Sementara data di RS Dharmais menunjukkan penurunan pengidap kanker serviks sekitar 11%.

Nila menyebut akan mengkaji apakah tes deteksi dini dapat berpengaruh ke pada jumlah pengidap kanker.

"Kan itu dari 100% seluruh kanker kurang lebih sekitar 40%-60% adalah kanker payudara dan serviks. Angka kanker di Rumah Sakit Dharmais tadi pagi kanker payudara 42%, kanker serviks kok kelihatan menurun nah saya minta kaji 11% apakah ini karena kita melakukan IVA Test itu bisa saja menemukannya lebh dini dalam hal ini, ini yang namanya kita turunkan stadiumnya," ungkapnya.

Saat ini pengidap kanker serviks dan payudara masih terdeteksi paling banyak di pulau Jawa. Hadir dalam acara tersebut Jaksa Agung HM Prasetyo dan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Pusat Ros Ellyana Prasetyo.

Baca juga: Ini Kisaran Biaya Vaksin HPV, Penangkal Kanker Serviks yang Mematikan

(fds/ajg)
News Feed