Senin, 16 Okt 2017 11:05 WIB

Unik! WHO Pajang Batik Banyumas Bermotif Virus Flu di Jenewa

Erika Kurnia - detikHealth
Contoh batik Banyumas dengan motif virus yang dipamerkan. (Foto: dok. Tjandra Yoga Aditama) Contoh batik Banyumas dengan motif virus yang dipamerkan. (Foto: dok. Tjandra Yoga Aditama)
Jakarta - Batik yang menjadi budaya dan ciri khas Indonesia yang sudah dipatenkan ternyata tidak hanya bisa menjadi alat diplomasi budaya, tapi juga diplomasi kesehatan. Hal ini terlihat dari batik khas Banyumas bermotif virus influenza atau flu yang dipajang di Kantor Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sebagai alat diplomasi kesehatan.

Batik asli buatan Indonesia ini sengaja dibuat untuk World Health Organization (WHO) dan khusus dibuat dengan gambar virus influenza, tulis Prof. Tjandra Yoga Aditama, Advisor dari World Health Organization South East Regional Office WHO-SEARO dalam broadcast yang diterima detikHealth baru-baru ini.

"Ini terpampang di kantor WHO di Jenewa Swiss sekarang ini dan cukup banyak peminatnya. Saya pagi ini baru kembali ke New Delhi dari Jenewa mengikuti rapat Obat Esensial WHO selama seminggu di sana, dengan sempat mampir di Helsinki kemarin," ceritanya.

Baca juga: Penampakan Virus Flu Burung Lewat Mikroskop

Budaya batik kini jadi Duta Kesehatan Internasional, selain Duta Wisata dan juga Duta Bangsa, tulis Tjandra, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

Indonesia berperan membangun kesiapsiagaan terhadap pandemi influenza.Indonesia berperan membangun kesiapsiagaan terhadap pandemi influenza. Foto: dok. Tjandra Yoga Aditama


Batik ini sengaja dibuat dalam rangka tahun 2017, bertepatan dengan peringatan 67 tahun Global Influenza Surveilans & Response (GISRS). Indonesia memelopori Pandemic Influenza Preparedness (PIP) dengan diskusi panjang 2007-2011 yang mengubah konsep GISRS-WHO. Batik di WHO ini akan diupayakan masuk dalam publikasi WHO South East Asia Regional Office (SEARO), tulis Tjandra.

"Sepanjang yang saya tahu, ini baru pertama kali keindahan dan kreatifitas batik secara resmi dibuat khusus untuk WHO sebagai badan dunia bagian PBB di bidang kesehatan, 'diplomas budaya' menjadi 'diplomasi kesehatan', batik dengan logo WHO. Mungkin teman-teman lain juga sudah pernah menjadikan batik sebagai alat komunikasi di Badan PBB masing-masing sesuai bidang tugas dan keahliannya. Semoga batik akan makin mendunia dan derajat kesehatan masyarakat Indonesia juga terus meningkat," doanya.

Baca juga: Kapan Tubuh Ketahuan Tertular Flu?

(up/up)