Senin, 16 Okt 2017 12:52 WIB

Cara Tepat Tangani Cedera, Pelajaran dari Meninggalnya Choirul Huda

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ini cara tepat tangani cedera, belajar dari meninggalnya Choirul Huda. Foto: Rahbani Syahputra/Antara Foto Ini cara tepat tangani cedera, belajar dari meninggalnya Choirul Huda. Foto: Rahbani Syahputra/Antara Foto
Jakarta - Kabar duka datang dari kiper Persela Lamongan, Choirul Huda kemarin sore (15/10) saat menjalani pertandingan melawan Semen Padang FC. Cederanya diakibatkan karena tabrakan dengan pemain lain.

Kabarnya, akibat tabrakan tersebut ia mengalami cedera dada, kepala, dan leher. Banyak warganet yang mengomentari proses penanganan yang dilakukan tim medis pada Huda sebelum dilarikan ke rumah sakit. Beberapa menilainya kurang tepat.

Kepada detikHealth, fisioterapis dari ARA Physiotherapy, Tangerang, Abdurrasyid SSt, M. Fis, FMSC membagikan sedikit tips bagaimana Standard Operational Procedure (SOP) yang benar pada penanganan atlet yang cedera.

"Dalam kondisi tidak sadarkan diri, harus dibuka jalan napasnya. Itu akan memicu dia untuk bernapas dengan baik," ujarnya, Senin (16/10/2017).

Baca juga: Pertolongan Pertama Choirul Huda Jadi Perbincangan Warganet

Menurutnya, penting sekali untuk memperhatikan kondisi lidah saat tidak sadarkan diri. Apakah lidah terlihat tertelan atau mejulur keluar.

"Lihat lidahnya tertelan atau tidak. Kalau tertelan langsung dikeluarkan," tambah Abdurrasyid.

Choirul Huda kolaps setelah bertabrakan dengan pemain setimnya.Choirul Huda kolaps setelah bertabrakan dengan pemain setimnya. Foto: Rahbani Syahputra/Antara Foto


Baca juga: Lidah Tertelan, Risiko Cedera Umum yang Bisa Mengancam Nyawa Atlet

Saat membuka celah mulut untuk jalan bernapas, kepala harus sedikit didengakkan agar jalur napas bisa lebih lancar. Ini adalah proses paling penting agar tidak memperburuk kondisi pemain.

Setelah cek pernapasan, tim medis harus memperhatikan tanda-tanda vital lainnya, seperti denyut jantung atau nadi.

"Kalau sudah enggak ada (denyut), langsung resusitasi sebagai pemacu kerja jantung agar kembali aktif," pungkasnya.

Baca juga: Mengapa Cedera Seperti yang Dialami Choirul Huda Bisa Fatal?


Choirul Huda saat ditandu keluar lapangan.Choirul Huda saat ditandu keluar lapangan. Foto: dok: Media Officer Semen Padang
(wdw/up)
News Feed