Kamis, 26 Okt 2017 11:02 WIB

Remaja Marah-marah? Bisa Jadi Tanda Depresi

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Remaja yang sering marah tak melulu menandakan fase pubertas. Pakar mengatakan remaja marah-marah bisa juga disebabkan kerena depresi. Foto: Ilustrasi/ Thinkstock Remaja yang sering marah tak melulu menandakan fase pubertas. Pakar mengatakan remaja marah-marah bisa juga disebabkan kerena depresi. Foto: Ilustrasi/ Thinkstock
Jakarta - Remaja yang sering marah tak melulu menandakan fase pubertas. Pakar mengatakan remaja marah-marah bisa juga disebabkan kerena depresi.

dr Andri, SpKJ, FAPM, dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera mengatakan gejala depresi pada remaja dan orang dewasa memiliki sedikit perbedaan. Secara umum, remaja yang depresi memang akan menarik diri dari pergaulan dan mulai menjauhi orang lain, sama seperti gejala depresi pada orang dewasa.

Baca juga: Kata Dokter Jiwa Soal Depresi Hingga Bunuh Diri Pada Remaja

"Tapi pada remaja juga terlihat lebih ke marah atau irritable, sensitif, gampang marah dan bisa melakukan perilaku menentang ke orang tua," tutur dr Andri kepada detikHealth.

Masalahnya di kebudayaan timur seperti Indonesia, perilaku marah-marah dan menentang orang tua dianggap melawan norma dan tidak wajar. Hal ini membuat ada orang tua yang melabeli anak dengan sebutan durhaka dan malah menjauhinya.

Padahal menurut dr Andri, menjauhi anak remaja yang marah dan sensitif justru tidak memberikan efek baik. Sebabnya, gejala-gejala tersebut sangat khas dan sering ditemukan pada remaja depresi yang membutuhkan pertolongan.

"Agresivitas secara verbal, kemarahan, itu merupakan gejala khas, termasuk mood yang jadi lebih sensitif dan penting harus diperhatikan oleh orang tua," paparnya lagi.

Baca juga: Dokter Jiwa Sebut Kini Lebih Banyak Generasi Milenial Berobat ke Psikiater

(mrs/up)
News Feed