Jumat, 27 Okt 2017 07:36 WIB

Agar Perceraian Orang Tua Tak Bikin Remaja Depresi Hingga Bunuh Diri

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Perceraian yang dialami orang tua bisa jadi penyebab anak depresi dan memutuskan untuk bunuh diri. Untuk menghindarinya, simak kata dokter jiwa berikut ini. Foto: ilustrasi/thinkstock Perceraian yang dialami orang tua bisa jadi penyebab anak depresi dan memutuskan untuk bunuh diri. Untuk menghindarinya, simak kata dokter jiwa berikut ini. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Perceraian yang dialami oleh orang tua bisa saja jadi penyebab depresi yang dialami anak dan remaja. Untuk menghindari dampak buruk perceraian orang tua pada kesehatan jiwa anak, ada beberapa pesan yang disampaikan oleh dokter jiwa.

dr Andri, SpKJ, FAPM dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, mengatakan ada satu hal yang harus diingat oleh orang tua yang memutuskan untuk bercerai, yakni anak tetap harus jadi tanggung jawab bersama. Jangan sampai anak menjadi kurang perhatian dan kasih sayang karena keputusan orang tua untuk berpisah.

Baca juga: 8 Ciri Orang yang Sedang Ingin Bunuh Diri

"Bekas istri atau bekas suami masih ada, tapi tidak ada yang namanya bekas anak atau bekas orang tua. Jadi orang tua harus mengupayakan kalau bercerai, anak tidak merasa kehilangan orang tuanya," tutur dr Andri kepada detikHealth.

Perkembangan zaman membuat komunikasi menjadi semakin mudah. Dikatakan dr Andri, komunikasi bisa dilakukan antara anak dengan orang tua dengan chat, video call atau menelepon meskipun sudah tidak serumah dan terpisah.

Pastikan juga anak tidak menyalahkan dirinya sendiri soal perceraian yang dialami orang tua. dr Andri mengatakan berdasarkan pengalamannya praktik, tidak sedikit depresi pada anak dan remaja yang terjadi akibat anak menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab perceraian orang tua.

"Mungkin orang tuanya berpikir ini tidak ada hubungannya dengan anak, tapi jangan salah, anak bisa merasa bersalah dan menganggap merekalah penyebab orang tuanya bercerai. Dan itu harus ditekankan pada anak bukan itu yang terjadi," tambah dokter yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Ukrida ini.

Terakhir, ia juga berpesan agar orang tua tidak menjelek-jelekkan mantan pasangannya di depan anak. Melakukan hal ini justru bisa menimbulkan antipati oleh sang anak, yang bisa membuatnya justru membenci orang tua.

"Jangan membuat anak merasa harus berpihak kepada salah satu, baik ayah ataupun ibu, karena efeknya tidak baik. Anak bisa bingung dan akhirnya merasa kecewa kepada salah satu orang tua, ataupun kedua-duanya," tutupnya.

Baca juga: Remaja Marah-marah? Bisa Jadi Tanda Depresi

(mrs/up)
News Feed