Rabu, 08 Nov 2017 07:05 WIB

Kenali Cara Pencegahan Diabetes Berikut Ini

Azmy Cahya Ramadhaniar - detikHealth
Pencegahan diabetes bisa dilakukan dengan pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Foto: iStock Pencegahan diabetes bisa dilakukan dengan pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Foto: iStock
Jakarta -
Penyakit diabetes saat ini sudah menyerang seseorang yang masih berusia muda. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 1 dari 5 penyandang diabetes masih berumur kurang dari 40 tahun dengan jumlah 1.671.000 orang sedangkan penyandang diabetes usia 40-59 tahun berjumlah 4.651.000 orang. Sisanya berumur 60-79 tahun dengan jumlah sekitar 2.000.000 orang.

Sebenarnya ada beberapa cara untuk mencegah diabetes menurut dr Wismandari Wisnu, SpPD-KEMD, dari RS Pondok Indah Jakarta.

Baca juga: Mengalami Tanda-tanda Ini? Hati-hati Bisa Jadi Gejala Diabetes

1. Pencegahan Primer

Yaitu upaya yang ditujukan pada kelompok yang memiliki faktor risiko, yakni mereka yang belum terkena,tetapi berpotensi untuk mendapat DM( Diabetes Mellitus) dan kelompok intoleransi glukosa. Ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi seperti : Ras dan etnik, riwayat keluarga dengan DM (Diabetes Mellitus), lalu jika berusia lebih dari 45 tahun harus dilakukan pemeriksaan DM (Diabetes Mellitus). Kemudian terdapat juga risiko yang bisa dimodifikasi seperti : Kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi ( >140/90mmHg), dan diet tak sehat (unhealthy diet).

2. Pencegahan Sekunder

Upaya untuk mencegah atau menghambat timbulnya penyulit pada penderita yang telah terdiagnosis DM (Diabetes Mellitus), kemudian pengendalian kadar gula sesuai target terapi serta pengendalian faktor risiko penyulit yang lain dengan pemberian pengobatan yang optimal, dapat juga dengan cara melakukan deteksi dini adanya penyulit yang termasuk bagian dari pencegahan sekunder. Tindakan untuk pencegahan sekunder ini dilakukan sejak awal pengelolaan penyakit DM (Diabetes Mellitus).

3. Pencegahan Tersier

Pencegahan ini ditujukan kepada kelompok penyandang diabetes yang telah mengalami penyulit dalam upaya mencegah terjadinya kecacatan lebih lanjut serta meningkatkan kualitas hidup, selain itu juga memerlukan pelayanan kesehatan komprehensif dan terintegrasi antar disiplin yang terkait (RS rujukan), tidak hanya itu saja kerja sama antara para ahli di berbagai disiplin (jantung, ginjal, mata, saraf, bedah ortopedi, bedah vaskular,radiologi dan lain-lain).

Baca juga : Kematian pada Pasien Diabetes Terjadi karena Komplikasi Kardiovaskular

(wdw/up)
News Feed