Selasa, 21 Nov 2017 12:07 WIB

Sesekali Menyendiri Bisa Asah Kreativitas

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Menyendiri yang dilakukan tanpa rasa takut dan paksaan diklaim memiliki manfaat bagi otak. Studi menyebut menyendiri bisa mengasah kreativitas. Foto: ilustrasi/thinkstock Menyendiri yang dilakukan tanpa rasa takut dan paksaan diklaim memiliki manfaat bagi otak. Studi menyebut menyendiri bisa mengasah kreativitas. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Menarik diri dari pergaulan sosial tidak melulu berdampak buruk. Sebuah studi terbaru dari Amerika Serikat menyebut sesekali menyendiri juga bisa bermanfaat bagi otak.

Syaratnya, menyendiri dilakukan tanpa rasa takut dan paksaan, bukan karena dikucilkan atau mendapat perundungan. Para peneliti dari University of Buffalo menyebut menyendiri seperti itu bisa mengasah kreativitas seseorang.

Baca juga: Beda Introvert Vs Ekstrovert Saat Mengalami Patah Hati

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Personality and Individual Differences, Julie Bowker, pakar psikologi dari University of Buffalo, menyebut beberapa orang membutuhkan waktu sendiri untuk menyendiri. Kegiatan menyendiri yang positif seperti membaca dan menggunakan komputer bisa membuat seseorang menemukan perspektif baru.

"Menyendiri yang dimaksud di sini bukan karena anti-sosial, takut atau cemas. Ada beberapa orang yang memang menikmati kesendirian, seperti seorang seniman di studio, atau ilmuwan di laboratoriumnya," ungkap Bowker, dikutip dari EurekAlert!

Penelitian Bowker dilakukan kepada 295 partisipan. Peneliti meminta mereka mengisi survei soal kreativitas, rasa cemas, kecenderungan depresi dan membandingkannya dengan waktu yang mereka habiskan untuk menyendiri.

Hasil penelitian menyebut menyendiri tanpa rasa cemas dan takut, serta diisi dengan kegiatan positif berdampak bagi otak. Di sisi lain, menyendiri karena malu, takut, dan cemas tidak memiliki dampak baik bagi otak.

Peneliti menyimpulkan bahwa sah-sah saja seseorang memiliki keinginan menghindari orang lain asalkan tidak didasari karena rasa takut atau cemas. Yang perlu diperhatikan adalah tidak semua orang memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi yang besar.

"Selama bertahun-tahun menyendiri dipersepsikan negatif. Dengan adanya temuan ini, menyendiri bisa saja merupakan proses seseorang untuk membangun kreativitasnya tanpa perlu mendapat gangguan dari orang lain," tutupnya.

Baca juga: 'Baper' Setelah Bercinta Juga Terjadi pada Laki-laki (mrs/up)
News Feed