Rabu, 22 Nov 2017 09:45 WIB

Curhat Orang Tua Ditagih RS Rp 388 Juta untuk Perawatan DBD Anaknya

Firdaus Anwar - detikHealth
Sang anak dirawat di RS selama dua minggu. (Foto: Thinkstock) Sang anak dirawat di RS selama dua minggu. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sepasang suami istri di India tengah berduka karena kehilangan anaknya dari demam berdarah. Ujian belum selesai karena ternyata mereka masih memiliki tagian biaya perawatan di RS sekitar Rp 388 juta.

Setelah diteliti ternyata pihak keluarga dibebankan berbagai macam biaya, salah satunya 600 suntikan dan 1.600 pasang sarung tangan. Sang ayah menceritakannya di media sosial dan dalam waktu singkat mendapat dukungan positif dari warganet.

Baca juga: Kemenkes: Tragedi Bayi Debora Karena Kebijakan RS Tak Sejalan dengan UU

Menteri Kesehatan India JP Nadda mengetahui kasus ini dan berjanji akan melakukan investigasi. Sementara itu pihak rumah sakit (RS) mengaku bahwa tagihannya sudah benar karena mereka melakukan praktik sesuai standar prosedur.

Detail tagihan setebal 20 halaman yang diberikan ke pihak keluarga banyak bertebaran di media sosial. RS dicurigai memberikan biaya yang terlalu tinggi untuk hal-hal seperti strip pengecek gula darah.

"Kami akan melakukan apa saja yang bisa kami lakukan," kata JP Nadda dikutip dari BBC, Rabu (22/11/2017).

Dalam sebuah pernyataan tertulis pihak RS mengatakan bahwa sang anak dibawa masuk sudah dalam keadaan kritis. Keluarga terus diberi informasi terkait kondisi sang anak, namun sayang nyawanya tidak tertolong.

Baca juga: Tragedi Bayi Debora dan Sumpah Dokter Soal Pertolongan Pasien (fds/up)
News Feed