Kamis, 30 Nov 2017 14:02 WIB

Kamera Ponsel Makin Canggih, Dokter Kulit Bisa Diagnosa Penyakit dari Foto

Firdaus Anwar - detikHealth
Dengan kecanggihan kamera ponsel, dokter kulit bisa bisa diagnosis penyakit pasien. Foto: GettyImages Dengan kecanggihan kamera ponsel, dokter kulit bisa bisa diagnosis penyakit pasien. Foto: GettyImages
Jakarta - Dulu bila ingin mengetahui penyakit seorang pasien dokter kulit harus melihat langsung keluhan apa yang terjadi. Tapi kini seiring perkembangan zaman dokter dapat membuat perkiraan diagnosis yang cukup akurat hanya dengan melihat foto dari kamera ponsel.

Hal ini menurut peneliti karena ponsel sekarang sudah dilengkapi dengan kamera canggih yang menghasilkan foto cukup tajam. Studi melihat spesialis kulit dapat secara akurat sekitar 83 persen mendiagnosa penyakit dari 87 foto pasien.

Baca juga: Telemedicine Diharap Bisa Perkuat Layanan di Faskes Primer Daerah Terpencil

Menurut salah satu peneliti, dr Patrick McMahon dari Children's Hospital of Philadelphia ada beberapa kondisi kulit yang lebih sulit untuk diperiksa dari foto saja. Beberapa kondisi tersebut di antaranya seperti alopecia (gangguan rambut), lesi kulit dalam, dan kista.

Dipublikasi dalam jurnal JAMA Dermatology, konsistensi keakuratan dokter ini dapat menjadi bukti memperkuat praktik telemedis. Di beberapa tempat di mana faktor geografis menjadi hambatan telemedis dapat sangat membantu mengurangi waktu dan biaya seorang pasien dalam mendapatkan pelayanan medis.

"Kami menemukan bahwa ada beberapa foto yang sulit didiagnosis secara spesifik. Tapi foto-foto ini bisa sangat membantu dalam menentukan apakah seorang pasien perlu segera menemui dokter atau tidak," ujar dr Lawrence Eichenfield dari Rady Children's Hospital seperti dilansir Reuters, Kamis (30/11/2017).

Studi lain dalam jurnal yang sama melihat praktik telemedis memiliki beberapa risiko selain diagnosis yang keliru. Ada kemungkinan privasi pasien tidak terjaga, kredibilitas dokter dipertanyakan, dan kesalahpahaman tentang efek samping terapi.

Baca juga: Begini Cara Puskesmas Ini Menyiasati Kekurangan Tenaga Spesialis (fds/mrs)
News Feed