Jumat, 01 Des 2017 09:05 WIB

Ingin Keluarga Besar, Rita Ora Bekukan Sel Telur Sejak Usia 20-an

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rita Ora membekukan sel telurnya di usia muda. (Foto: Getty Images) Rita Ora membekukan sel telurnya di usia muda. (Foto: Getty Images)
Jakarta - Prosedur membekukan sel telur telah menjadi tren bagi wanita masa kini yang memilih menunda pernikahannya atau lebih mengedepankan karirnya. Ini pulalah yang dilakukan penyanyi Rita Ora.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu saluran televisi Australia, Rita mengaku telah membekukan sel-sel telurnya di awal usia 20-an. Kini usianya telah menginjak 26 tahun.

Prosedur ini dipilih atas rekomendasi dokternya ketika penyanyi asal Inggris ini mengatakan 'selalu ingin mempunyai keluarga besar'.

"Dia bilang, 'Anda sehat sekarang dan mengapa tidak menyimpannya dan Anda tak perlu mengkhawatirkannya lagi?'," tuturnya seperti dilaporkan BBC.

Dijelaskan Dr Helen O'Neill dari University College London, makin dini sel-sel telur ini dibekukan, maka hasilnya akan makin baik. Akan tetapi perlu dipahami bahwa ini tidak menjamin yang bersangkutan pasti hamil sebab tidak semua sel telur bisa bertahan hidup selama proses pembekuan untuk kemudian dibuahi.

Selain itu biaya yang dihabiskan untuk pembekuan sel telur juga sangat tinggi, yaitu bisa mencapai 5.000 poundsterling atau sekitar Rp 88,7 juta.

Baca juga: Berkat Sel Telur yang Dibekukan Saat Anak-anak, Wanita Ini Sukses Lahirkan Bayi

"Keuntungannya, ketika kesuburan Anda bermasalah, cara yang terbaik adalah melakukan tindakan sejak dini seperti ini," tambah O'Neill.

O'Neill juga mengatakan kualitas sel telur seorang wanita akan ikut menurun seiring dengan pertambahan usianya. Bahkan meski baru berumur 30 tahun.

"Padahal rata-rata orang baru mulai membekukan sel telurnya di usia 35, yang sebenarnya sudah agak terlambat," jelasnya.

Di UK sendiri tercatat, jumlah wanita yang menjalani prosedur pembekuan sel telur ini meningkat dari waktu ke waktu. Di tahun 2014, jumlahnya mencapai 816 orang, atau naik 25 persen dari tahun 2013.

Rita pun memahami konsekuensi itu, dan berkomentar, "Saya tahu orang-orang mungkin akan berkata, 'wow, kamu terlalu muda (untuk membekukan sel telur, red). Tapi saya hanya ingin memastikan masa depan saya terjamin."

Baca juga: Meski Sel Telur Beku Efektif, Perempuan Sehat Jangan Tunda Hamil

Selain wanita, pria juga disarankan untuk melakukan pembekuan sperma di usia 30-an, utamanya bila punya niatan untuk menunda punya anak. Ini karena menurut sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Nature, usia laki-laki saat membuahi pasangannya ikut mempengaruhi munculnya risiko kelainan genetik pada keturunan mereka.

(lll/up)
News Feed