Senin, 04 Des 2017 07:05 WIB

Hari AIDS Sedunia

Semangat Hidup Orang Ini Buktikan HIV-AIDS Bukan Akhir Segalanya

Hanna Pratiwi - detikHealth
Semangat hidup orang yang buktikan HIV-AIDS bukan akhir segalanya/Foto: thinkstock Semangat hidup orang yang buktikan HIV-AIDS bukan akhir segalanya/Foto: thinkstock
Jakarta - Semua orang pasti tidak ingin mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus). Tapi kalau sudah terkena bukan berarti harapan hidup pupus begitu saja.

Selama ini, masyarakat lebih banyak membahas kematian akibat HIV. Jarang orang membahas semangat hidup untuk orang yang terinfeksi HIV-AIDS.

Begitu pula dengan Hary, ODHA yang terinfeksi sejak 1994. Mengaku merasa sehat saja seperti layaknya orang lain. Ia merasa masih menjalankan aktivitas kerja bahkan sering fitness. Tak terduga rasanya bila dinyatakan positif HIV.

Awalnya tes tersebut coba-coba di acara hari AIDS. Ternyata malah positif benar. Sungguh keadaan yang sulit dipercaya. Hingga Hary melakukan pengulangan cek di sela jam istirahat kantornya.

"Saat dinyatakan positif aku benar-benar langsung menangis tapi aku sembunyikan agar semua orang tidak tahu," ujar Hary saat ditemui detikHealth di acara Hari AIDS Sedunia di Car Free Day Sudirman.

Sampai akhirnya Hary lelah dan memutuskan resign dari kantornya. Padahal posisi yang dijabatnya terbilang tinggi di perusahaan asing ternama di Indonesia. Lelah yang dimaksud karena sudah tidak sanggup menutupi bahwa ia sudah positif HIV. Ia tidak berpikir panjang mau kerja apa nanti. Baginya semua level tinggi pekerjaan sudah dicoba. Bila harus jadi level bawahan mungkin sudah menjadi takdirnya.

"Aku akhirnya open status ke masyarakat yang aku lihat dulu audiencenya," jelas Hary.

Baca juga: Yayasan Peduli Generasi, Bantu Pengobatan Pasien Kurang Mampu

Menurutnya, melihat audience penting agar keluarganya tidak terkena imbas juga. Membiarkan semua orang tahu, tapi jangan sampai keluarganya juga ikut dijauhi. Ia sangat was-was sekali bila keluarganya ikut dikucilkan di masyarakat. Bila ia sendiri tidak masalah bila dijauhi. Malah nantinya ia berusaha mendekatkan orang tersebut dengan cara bertukar energi positif.

"Selagi saya masih bisa bantu sesama entah itu ODHA atau tidak, pasti saya bantu sebisa mungkin," tambah Hary yang kini sekarang menjadi relawan fasilitator Yayasan Pelita Ilmu.

Baca juga: Serunya Dance4Life di CFD, Berjoget untuk Ingatkan Bahaya HIV-AIDS (up/up)