Senin, 04 Des 2017 11:36 WIB

Difteri Menyerang, Menkes Sebut Cakupan Imunisasi Tak Sampai 95 Persen

Widiya Wiyanti - detikHealth
Menkes Nila sebut cakupan imunisasi tidak mencapai 95 persen (Foto: Widiya Wiyanti)
Jakarta - Difteri mulai mewabah di beberapa wilayah di Indonesia. Data yang dirilis Pos Kedaruratan Kesehatan Masyarakat atau Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan melihat kasus difteri di 23 provinsi per 23 November 2017.

Ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (4/12/2017), Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila F Moeloek, SpM(K) mengatakan bahwa kasus difteri ini tengah diatasi.

"Kalau difteri sudah kami atasi ya, tentunya dengan P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit)," ujarnya.

Menkes juga menegaskan bahwa wabah ini dipicu karena tidak menyeluruhnya program imunisasi. Capaian yang tidak sampai 95 persen memudahkan wabah difteri ini meningkat.

"Satu bukti ini memang betul kalau kita tidak mencapai yang disebut 95 persen. Itu kita bisa terkena, satu saja yang kena, itu bisa kena semua," tegas Menkes.

Baca juga: Difteri Juga Menyerang DKI, Sandiaga Uno Siapkan Antisipasi

Menurutnya, imunisasi tersebut adalah suatu pencegahan terhadap penyakit-penyakit menular, salah satunya difteri. Seharusnya semua masyarakat ikut serta dalam aksi pencegahan ini sehingga tidak muncul wabah penyakit.

"Saya kira imunisasi ini pencegahan. Dan ini tentu kita harus mengetahui bahwa ini harus kita lakukan untuk menolong yang lain juga dan jangan mengganggu yang lain," tambahnya.

Sebelumnya, data dari Kemenkes RI menyebut pada kurun Oktober-November 2017 ada 11 provinsi yang melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri.

Baca juga: Difteri Mewabah di Indonesia, Begini Peta Persebarannya

Foto: Kemenkes


Baca juga: Difteri Mewabah, Kemenkes Tuding Penolakan Vaksin Sebagai Pemicu (wdw/up)