Senin, 04 Des 2017 12:05 WIB

Tren Diet CICO, Bagaimana Cara Mengukur Kalori yang Tepat Agar Sukses?

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Diet CICO harus memperhitungkan jumlah kalori yang dikeluarkan dan diasup. Foto: thinkstock
Jakarta - Diet Calorie In Calorie Out (CICO) sebenarnya bukanlah hal yang baru. Akan tetapi, belakangan diet ini kembali muncul dan diperbincangkan di kalangan orang yang ingin menurunkan berat badan.

Konsep diet ini sendiri sebenarnya sudah banyak diterapkan oleh orang-orang dengan kasus obesitas, seperti dijelaskan oleh dr Titi Sekarindah, SpGK, dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Kebayoran Baru kepada detikHealth, Senin (4/12/2017).

Prinsipnya sangat mudah, Anda hanya perlu menghitung jumlah kalori yang Anda asup dan Anda keluarkan. Agar diet ini berhasil, jumlah kalori yang diasup harus lebih rendah dibandingkan dengan kalori yang Anda keluarkan. Akan tetapi, mengingat kebutuhan kalori manusia berbeda-beda tergantung dari jenis kelamin dan umur, Anda harus lebih berhati-hati mengitungnya.

Baca juga: Diklaim Ampuh Turunkan Berat Badan, Diet CICO Dikritik para Ahli Gizi

"Kan kebutuhan kalori manusia lain-lain, basalnya berapa. Beda-beda. Kita ngitung yang out kalau masih muda 1.300-1.400, tapi kalau laki-laki lebih banyak dari wanita. Semakin tua, semakin turun juga kebutuhan basal. Nanti setelah itu bisa tambahkan kebutuhan kalori untuk beraktivitas," jelas dokter yang akrab disapa dr Titi ini.
Diet CICO kembali viral, namun perlu diingat diet bukan cuma soal perhitungan kalori saja.Diet CICO kembali viral, namun perlu diingat diet bukan cuma soal perhitungan kalori saja. Foto: ilustrasi/thinkstock
Dari kebutuhan kalori untuk beraktivitas, Anda bisa mengira-ngira jumlah yang ada. Untuk orang dengan aktivitas fisik yang normal, seperti hanya berjalan kaki biasa, kalori yang ditambahkan hanya sekitar 200 kalori. Semakin berat aktivitas, makin bertambah pula jumlah kalori yang ditambahkan.

"Terus selain itu ada kebutuhan kalori membakar makanan, dijumlah semua. Kalau bisa kalori yang masuk harus lebih kecil lebih keluar, kalau cuma sedikit (turunnya), mau defisit ya aktivitas fisik dinaikkan," pungkasnya.

Dan jangan lupa, diet bukan melulu soal kalori saja. Walau kalorinya dibatasi, pastikan kandungan nutrisi dalam makanan selalu seimbang kalau ingin tetap sehat.

Baca juga: 6 Buah dan Sayur yang Lebih Bermanfaat Dimakan Bersama Kulitnya


(ask/up)