Selasa, 12 Des 2017 19:20 WIB

Agar Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Kapok, Ini Kata Pakar

Suherni Sulaeman - detikHealth
Agar pelaku plecehan seksual di KRL kapok/Foto Ilustrasi: Wahyu/pembaca detikcom Agar pelaku plecehan seksual di KRL kapok/Foto Ilustrasi: Wahyu/pembaca detikcom
Jakarta - Seorang perempuan lewat akun Instagramnya menceritakan dengan detail pengalamannya ketika sedang menaiki KRL Commuter Line tujuan Jakarta Kota-Cikarang. Di tengah perjalanan, ia melihat seorang pria melakukan pelecehan seksual.

Dirinya menjelaskan, saat itu situasi di kereta sedang ramai dan sangat padat. Pelaku menggesek-gesekkan kemaluannya ke bagian belakang seorang penumpang wanita. Sadar perbuatannya diketahui oleh orang lain, pelaku malah melotot. Kemudian, pelaku mengejar perempuan tersebut karena tak ingin perbuatannya diketahui orang.

Perempuan ini berhasil menghindari pria tersebut. Begitu sampai di Stasiun Bekasi, ia berusaha untuk lari di tengah banyaknya penumpang yang berdesakan turun. Ia kemudian menemui petugas keamanan di stasiun tersebut dan melaporkan ke polisi stasiun.

"Saya langsung lari dan kondisi stasiun ramai banyak yang turun. Saya sempat noleh ke belakang dan ternyata lihat pelaku juga lari. Di depan ada 4 petugas keamanan dan saya langsung nangis minta tolong. Aku nangis sambil di bawa ke ruang polisi stasiun untuk cerita kejadian. Akhirnya kepala security ke gerbong mencari pelaku," katanya, dalam tulisan yang belakangan ini viral dibicarakan.

Saat dicari, pelaku rupanya sudah kabur dan tidak diketemukan. Perempuan tadi, yang diwakili sang ayah akhirnya membuat laporan ke polisi. Tentunya ini sangat merugikan, terlebih pada kaum hawa. Lalu, kira-kira apa yang bisa dilakukan agar pelaku kapok?

"Tidak ada jaminan ada tindakan khusus yang bisa buat pelaku kapok. Karena memang sudah 'selera'-nya begitu. Tindakan ideal yang bisa dilakukan hanya melaporkan kepada pihak berwajib," kata psikolog klinis dewasa Christina Tedja, M.Psi, Psikolog, saat dihubungi detikHealth.

Baca juga: Saran Psikolog Jika Menemui Aksi Pelecehan Seksual di KRL

"Kalau dipandang dari segi hukum pelaku memang pantas mendapatkan hukuman, namun dari sisi psikologis hukuman sesungguhnya tidak membawa banyak pengaruh terhadap perubahan sikap pelaku," sambung psikolog yang berpraktik di Ciputra Medical Center, Lotte Shopping Avenue, Jakarta ini.

Menurut Tina, selain ditindak secara hukum, pelaku pelecehan seksual juga bisa ditangani dengan cara terapi, yakni mengubah pola pikir pelaku dalam menyalurkan hasrat seksualnya.

"Perlu ada terapi yang biasanya berkaitan dengan bagaimana cara mengubah pola pikir dalam menyalurkan dorongan seks dan mengendalikan perilaku seksual tersebut," pungkasnya

Baca juga: Mengapa Terjadi Pelecehan Seksual di KRL? Ini Kata Psikolog (hrn/up)
News Feed