Rabu, 13 Des 2017 17:10 WIB

Bisa Ditiru, Pangeran Harry Setop Merokok demi Tunangannya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Reuters
Jakarta - Meski tak pernah dikonfirmasi, namun berbagai media di Inggris telah menyimpan banyak bukti foto saat Harry masih aktif berpesta. Saat berpesta itulah, ia juga seringkali terlihat sedang merokok.

Namun kabarnya tunangan Harry, Meghan Markle tidak menyukai kebiasaan adik Pangeran William tersebut.

Entah ada kaitannya atau tidak, baru-baru ini Daily Mail pun melaporkan jika Harry sudah menghentikan kebiasaan merokoknya, bahkan ia melakukannya secara total, demi sang tunangan.

"Harry telah berjanji untuk tidak merokok sama sekali di rumah. Ini tidak baik bagi Meghan yang bukan perokok. Jadi tak ada lagi hanging out di pinggir jendela untuk merokok. Harry benar-benar berhenti demi Meghan," klaim salah seorang sahabat Harry.

Baca juga: Demi Kesehatan, Alasan Artis-artis Ini Berhenti Merokok

Tidak menutup kemungkinan Harry juga melakukannya demi kesehatan, sebab Meghan dikenal memiliki gaya hidup sehat.

Harry sendiri kabarnya sudah merokok sejak masih duduk di bangku sekolah di Eton College. Ia beberapa kali tertangkap tangan sedang merokok saat keluar di malam hari atau jamuan pesta makan malam bersama teman-temannya.

Sejak bulan Mei lalu, kerajaan mengeluarkan larangan untuk merokok di seluruh kediaman keluarga Inggris. Tak terkecuali di Kensington Palace, di mana Harry tinggal.

Satu-satunya kediaman yang tidak terdampak dengan aturan ini adalah Clarence House di mana ayah Harry, Pangeran Charles dan istrinya, Duchess of Cornwall tinggal. Kendati demikian, Charles memang telah lama membenci rokok dan telah melarangnya sejak bertahun-tahun lalu.

Baca juga: Ragam Terobosan Unik demi Berhenti Merokok: Libur Tambahan Hingga Voucher

Tidak dijelaskan dengan pasti bagaimana Harry mulai menghentikan kebiasaan merokoknya. Menurut dr Elisna Syahruddin, PhD, SpP(K) dari Persatuan Dokter Paru Indonesia, cara terbaik untuk berhenti merokok adalah dengan berhenti begitu saja.

"Cara berhenti merokok ya berhenti aja nggak usah pakai teori-teori. Memang ada terapinya tapi yang paling penting itu nawaitu alias niatnya," sarannya beberapa waktu lalu.

Pendapat senada disampaikan Fuad Baradja, aktivis penanggulangan masalah rokok yang juga mantan perokok. Boleh saja menggunakan berbagai cara untuk berhenti merokok, tetapi yang paling penting adalah keinginan atau niat yang kuat.

"Sebab, orang itu bisa saja berhenti tapi mudah relaps (merokok lagi). Namun jika niatnya sudah kuat, tidak pakai cara apapun juga bisa berhenti merokok," tegasnya. (lll/up)