Kamis, 14 Des 2017 08:03 WIB

Pentingnya Skrining untuk Cegah Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Darah yang diambil dari donor perlu mendapat skrining untuk 4 penyakit menular yang bisa menular lewat transfusi darah. Foto: thinkstock Darah yang diambil dari donor perlu mendapat skrining untuk 4 penyakit menular yang bisa menular lewat transfusi darah. Foto: thinkstock
Jakarta - Pernahkah Anda merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada darah usai donor darah? Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan darah yang diterima dari donor tidak begitu saja disimpan, untuk lalu diberikan kepada yang membutuhkan.

Kepala Unit Transfusi Darah PMI Pusat dr Ria Syafitri mengatakan darah yang diambil dari donor perlu mendapat skrining untuk 4 penyakit menular yang bisa menular lewat transfusi darah. Skrining dilakukan untuk melihat apakah darah dari donor mengandung virus HIV, Hepatitis C, Hepatitis B atau Sifilis.

"Fungsi PMI adalah menghasilkan darah yang aman, untuk ditransfusikan. Makanya skrining 4 penyakit ini, HIV, hepatitis C, hepatitis B atau sifilis, penting dilakukan. Skrining dilakukan dengan menggunakan reagen yang sensitivitasnya 99,8 persen," ungkap dr Ria, ditemui di sela-sela Forum Kebijakan Keamanan Darah, Asia-Pasific Ekonomic Cooperation (APEC) ke-4, di Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/12/2017).

Baca juga: Permintaan Meningkat, @Blood4LifeID Imbau Masyarakat Tetap Donor Darah

dr Ria menjelaskan bahwa ketika ditemukan adanya reaksi pada reagen terhadap salah satu dari 4 penyakit tersebut, maka darah yang didonorkan akan dibuang. PMI kemudian akan menghubungi donor untuk diberikan rujukan melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan.

"Jadi nggak benar ada darah HIV positif atau hepatitis positif di PMI. Kalau reagennya aktif, maka darahnya akan kita buang, karena tadi, sensitivitas reagennya tinggi sekali," ujarnya lagi.

Saat ini dr Ria mengatakan PMI memiliki 221 unit transfusi darah di seluruh Indonesia. Sementara pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi, memiliki sekitar 193 unit transfusi darah.

Nah, Forum Kebijakan Keamanan Darah yang diselenggarakan hari ini ini bertujuan memperoleh gambaran dan masukan terkait peta jalan rantai pasokan darah 2020 (APEC Blood Supply Chain 2020 Roadmap).

Diharapkan dengan adanya forum ini, akan ada penguatan kebijakan sistem mutu pelayanan darah di Indonesia, serta strategi standardisasi mutu dan efisiensi pembiayaan pelayanan darah secara nasional melalui penerapan regionalisasi pengolahan dan pengujian darah.

Baca juga: Infografis: Tips Agar Tak Lemas Donor Darah Saat Berpuasa

(mrs/wdw)
News Feed