Jumat, 15 Des 2017 18:03 WIB

Ketika Gubernur Anies Turut Disuntik Vaksin Difteri

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Twitter/aniesbaswedan Foto: Twitter/aniesbaswedan
Topik Hangat Difteri Mewabah Lagi
Jakarta - Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri yang tengah marak di beberapa provinsi membuat pemerintah meluncurkan program imunisasi serentak. DKI Jakarta termasuk salah satu provinsi yang menjalankan Outbreak Response Immunization (ORI) tersebut.

Nah terkait hal tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru-baru ini mengunggah foto saat dirinya mendapat suntikan vaksin difteri. Ia mengimbau agar masyarakat turut berperan aktif untuk memutus rantai penularan penyakit.

Baca juga: Perlukah Orang Dewasa Mendapat Vaksin Difteri?

"Pagi tadi suntik vaksin difteri, menghimbau teman-teman untuk segera vaksin, terutama bayi hingga usia 19 tahun," tulis Anies seperti dikutip dari Twitternya, Jumat (15/12/2017).

Tak ketinggalan, Wakil Gubernur Sandiaga Uno juga ikut suntik difteri.Tak ketinggalan, Wakil Gubernur Sandiaga Uno juga ikut suntik difteri. Foto: Fotografer: Muhammad Fida Ul Haq


Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dalam rilisnya mengatakan bahwa orang dewasa juga disarankan mendapat vaksin difteri. Tujuannya untuk mencegah penularan terjadi dari mereka yang sudah dewasa ke anak-anak.

"Orang dewasa kelompok risiko tinggi untuk kontak dengan anak yang terinfeksi difteri seperti petugas poliklinik dan perawatan inap anak, petugas poliklinik dan perawatan THT, petugas gawat darurat, guru atau pendamping anak, dan anggota keluarga anak yang terinfeksi difteri dianjurkan untuk menjalani imunisasi Tdap atau Td," tulis PAPDI.

Meski saat masih anak-anak dulu sudah mendapat vaksin lengkap, tidak ada salahnya mendapat imunisasi ulangan. Setiap 10 tahun sekali orang dewasa dianjurkan imunisasi untuk difteri, tetanus, dan pertusis.

Baca juga: Ribuan Karyawan RS Slamet Garut Divaksin Difteri

(fds/up)
Topik Hangat Difteri Mewabah Lagi
News Feed