Sabtu, 23 Des 2017 17:10 WIB

Doctor's Life

Cerita Dokter Dewi Ema Anindia, Si Cantik yang Hobi Kegiatan Sosial

Aisyah Kamaliah - detikHealth
dr Ema sering aktif dalam kegiatan sosial. (Foto: dok.pribadi) dr Ema sering aktif dalam kegiatan sosial. (Foto: dok.pribadi)
Jakarta - Menjadi seorang dokter adalah profesi yang mulia. Apalagi seperti yang dilakukan dr Ema, ia menjadi seorang dokter sekaligus aktivitas yang kerap melakukan penyuluhan tentang kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil.

Dihubungi detikHealth, dr Ema menceritakan bahwa sedari kecil ia sudah sering terlibat melakukan kegiatan sosial terinspirasi dari kedua buyutnya yang merupakan salah satu seorang dokter spesialis pertama di Indonesia.

"Jadi uyut saya ada dua dari nenek sama kakek dua-duanya dokter, salah satu dokter spesialis pertama di Indonesia. Lalu mereka pas dulu praktek nggak pernah nge-charge. Dikasih pasiennya pakai beras atau sagu. Meskipun dokter spesialis tapi kehidupan mereka seperti orang tidak mampu,"

dr Ema mengaku dari kecil ia juga sudah terpapar dengan kegiatan sosial yang didirikan oleh neneknya yang merupakan salah satu guru besar di Universitas Indonesia untuk membantu bangun yayasan down syndrome dan berbagai yayasan lainnya.

Awal mula dr Ema terjun ke dunia kedokteran bukanlah suatu hal yang direncanakan. Justru, sebelumnya ia ingin masuk jurusan fashion namun ditentang orang tuanya. Akan tetapi, dr Ema tidak pernah menyesal menempuh pendidikan kedokteran karena dari situlah ia menemukan banyak hal yang mengubah pandangannya.

Baca juga: Kumpulan Kisah Inspiratif Dokter yang Tulus Mengabdi

"Awal-awalnya saya ogah-ogahan, setelah saya melihat manfaatnya untuk orang, lalu keindahan ilmunya, saya jadi sangat tertarik, sampai saya ngajar, saya prakteknya, gratis. Sempat penelitian juga, saya jadi mengerti mempelajari kedokteran seperti melihat cara kerjanya Tuhan seperti bagaimana sel itu bergerak," ujarnya dengan menggebu.

Dari situlah kegiatan sosial dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan ini berlanjut. Ia pun turun tangan menemui orang-orang di daerah. Ia sering berbagi kisah tentang kemirisan dan berbagai ketidakadilan yang terjadi di berbagai tempat di Indonesia, khususnya oleh orang-orang menengah ke bawah.

"Waktu itu saya ke Tangerang, itu kan masih dekat jakarta ya, tapi ada ibu-ibu tinggal di ruangan yang berukuran 2x2, dia tinggal berempat anaknya. Ibu ini dan anak-anaknya terkena HIV/Aids yang ditularkan bapaknya, tapi mereka nggak ngerti HIV AIDS itu apa," kisahnya.

dr Ema dalam salah satu kunjungannya.dr Ema dalam salah satu kunjungannya. Foto: dok.pribadi


Dengan cita-cita yang mulia, dr Ema mengungkapkan harapannya untuk kemajuan kesehatan masyarakat Indonesia mulai dari akses kesehatan yang semakin baik hingga menjangkau pelosok hingga peningkatnya pemahaman soal pentingnya kesehatan di berbagai kalangan di Indonesia. Semoga.

Baca juga: Cerita Sehat di Balik Hobi Handstand Seorang Dokter (ask/fds)
News Feed