Sabtu, 06 Jan 2018 12:04 WIB

Sakit Kepala Sebelah Belum Tentu Migrain

AN Uyung Pramudiarja, Hanna Pratiwi - detikHealth
Sakit kepala sebelah belum tentu migrain. Foto: thinkstock
Jakarta - Migrain merupakan gejala penyakit yang sering dikeluhkan masyarakat. Sayangnya, masyarakat tidak teredukasi dengan kondisi migrain. Sehingga sakit kepala sebelah yang belum tentu migrain dibilang migrain.

Dr. dr. Salim Harris, Sp.S(K) menjelaskan hal tentang migrain. Sebenarnya masyarakat terpengaruh dengan iklan. Sehingga sakit kepala sebelah selalu dibilang migrain. Masyarakat Indonesia sendiri tidak menyadari kalau migrain itu sebenarnya penyakit turunan.

"Migrain itu disebabkan faktor genetik misalnya anak laki-laki tidak akan menderita migrain dari ayah yang menderita migrain, tapi kalau seorang ibu yang migrain semua anaknya berpotensi untuk migrain," jelas dr Salim Harris kepada detikHealth saat ditemui di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jumat (5/1/2018).

Baca juga: Nyeri Kepala Sebelah Kanan, Tanda Kolesterol Tinggi?

Migrain dapat menyerang siapa saja. Usia anak pun bisa terserang migrain. Jangan takut untuk melawan migrain, walaupun pada hakikatnya migrain itu sulit disembuhkan dan juga salah satu faktor stroke. Sehingga pasien migrain itu perlu penanganan yang relatif serius. Relatif karena bisa dikendalikan dari diri sendiri sebenarnya. Yaitu dengan tidak begadang atau tidur teratur. Tidak memakan makanan yang mengandung pengawet. Serta mengurangi pemakaian gadget di layar gelap.

"Kalau orang sudah tau migrain tapi dia masih saja suka liat kelap-kelip, gimana migrainnya mau tidak ada," tambah dokter yang baru saja mendapat gelar doktornya dari Universitas Indonesia ini.

dr Salim juga menegaskan untuk terus menjalankan hidup sehat dan makan sehat.

Baca juga: Sering Lumpuh dan Nyeri Kepala Sebelah? Awas Aneurisma Otak

(/Hanna Pratiwi)