Senin, 08 Jan 2018 14:05 WIB

Studi: Perokok Lebih Mungkin Dioperasi untuk Masalah Nyeri Pinggang

Firdaus Anwar - detikHealth
Rokok dapat memperparah masalah nyeri pinggang. (Foto: iStock)
Jakarta - Kebanyakan kasus nyeri pinggang biasanya disebabkan karena ada tekanan pada saraf di sepanjang tulang belakang atau biasa disebut saraf kejepit. Bila keluhannya ringan hal ini bisa sembuh sendiri dan hanya perlu tindakan pencegahan saja seperti dengan olahraga atau dengan berhati-hati mengangkat beban.

Namun demikian untuk perokok masalah nyeri pinggang ini ceritanya bisa berbeda. Studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti di Swedia menyebut perokok pada akhirnya lebih mungkin membutuhkan operasi pembenaran tulang.

Baca juga: Ini Alasan di Balik Sulitnya Orang Berhenti Merokok

Dipublikasi dalam jurnal The Spine, data dari 331.941 ribu pekerja konstruksi menunjukkan bahwa orang yang merokok minimal 15 batang sehari 46 persen akan membutuhkan operasi tulang dibandingkan orang yang tak pernah merokok. Untuk orang yang merokok tak lebih dari 14 batang sehari dirinya 31 persen lebih mungkin akan perlu operasi sementara untuk mantan perokok 13 persen akan butuh operasi.

Dr Arkan Sayed-Noor dari Umea University mengatakan hal ini bisa terjadi kemungkinan karena kasus saraf terjepit perokok rata-rata lebih parah. Nikotin dapat mempersempit pembuluh darah dan mempromosikan inflamasi di area tulang belakang.

"Rokok tampaknya juga menjadi faktor risiko untuk seseorang terkena penyempitan tulang belakang yang dapat berujung pada operasi," kata Dr Arkan seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/1/2017).

Dalam catatannya peneliti menyebut juga bahwa perokok lebih mungkin untuk tidak terlibat dengan gaya hidup sehat rajin olahraga. Hal ini bisa semakin memperparah kasus nyeri karena otot-otot punggung yang lemah akan semakin membebani tulang.

"Jadi meski seseorang butuh berkali-kali usaha, berhenti merokok adalah cara terbaik seorang perokok untuk meminimalkan masalah stenosis tulang belakang dan masalah kesehatan lainnya," ungkap peneliti lain Dr Jean Wong dari University of Toronto.

Baca juga: Saran Terapis agar Sukses Berhenti Merokok Seperti Indro Warkop (fds/up)