Selasa, 09 Jan 2018 13:06 WIB

Divonis Meninggal, Pria Ini Hidup Kembali Saat Akan Diautopsi

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Pria ini dinyatakan meninggal oleh 3 orang dokter yang memeriksanya, namun ia sadar dan dinyatakan hidup kembali. Foto: Thinkstock
Jakarta - Gonzola Montoya Jimenez sudah dinyatakan meninggal oleh 3 orang dokter yang memeriksanya. Tahanan penghuni penjara Asturias ini akan menjalani autopsi, sebelum ia sadar dan dinyatakan hidup kembali.

Hal ini tentunya mengejutkan pihak keluarga dan dokter penjara yang memeriksanya. Sebabnya, tubuh Montoya sudah 'ditandai' untuk diautopsi.

Media Spanyol Telecinco menyebut Montoya diduga mengalami katalepsi, bentuk lain dari katatonia. Kondisi ini tergolong abnormal karena pengidapnya mengalami gangguan kesadaran, otot dan sikap, yang membuatnya diam tanpa bergerak dalam waktu yang cukup lama.

Baca juga: Sekelompok Ilmuwan Kembangkan Cara untuk 'Bangkit' dari Kematian

Gejalanya pun mirip dengan kondisi orang meninggal, di mana tubuh menjadi kaku, termasuk tungkai dan kaki. Pasien katalepsi juga kehilangan kontrol akan otot dan fungsi tubuh seperti pernapasan dan denyut jantung bisa sangat melambat hingga nyaris tak terdengar.

Belum ada keterangan resmi soal kondisi terkini Montoya. Namun dilansir BBC, saat ini ia berada dalam penanganan intensif di Institute of Legal Medicine Oviedo.

Selain katalepsi, ada beberapa penyebab lain mengapa seseorang yang sudah dinyatakan meninggal bisa kembali hidup. Pertama, beberapa peneliti menduga terjadi penumpukan tekanan di dada akibat resusitasi. Setelah resusitasi dihentikan, tekanan tersebut secara bertahap dilepaskan sehingga jantung kembali bekerja.

Kedua, pengaruh obat seperti adrenalin. Ketika obat disuntikkan melalui pembuluh darah perifer terkendala oleh masalah di aliran balik vena, maka saat aliran balik vena membaik setelah dynamic hyperinflation berhenti, obat yang disuntikkan bisa mengembalikan sirkulasi.

Ketiga, hiperkalemia. Ini merupakan kondisi, di mana kadar kalium dalam aliran darah sangat tinggi. Kondisi ini sering kali dihubungkan dengan kembalinya sirkulasi spontan yang tertunda.

Baca juga: Fenomena Lazarus, Ketika Orang yang Dinyatakan Mati Hidup Lagi

(mrs/up)