Rabu, 10 Jan 2018 08:02 WIB

Sering Bertindak Kontroversial, Kesehatan Mental Trump Dipertanyakan

Firdaus Anwar - detikHealth
Kerap bertindak yang menimbulkan kontroversi, kesehatan mental Donald Trump dipertanyakan. Foto: BBC World Kerap bertindak yang menimbulkan kontroversi, kesehatan mental Donald Trump dipertanyakan. Foto: BBC World
Jakarta - Setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pidatonya mengancam Amerika Serikat (AS) dengan senjata nuklir, Presiden AS Donald Trump membalas ancaman tersebut dan berkicau di Twitter bahwa ia juga "punya tombol nuklir yang lebih besar dan kuat".

Dunia pun dibuat khawatir karena meski mungkin semua itu hanya ancaman belaka Trump tetap seorang pemimpin negara adidaya. Ia menyimpan kode peluncuran rudal nuklir yang dimiliki AS.

Atas alasan tersebut mulai banyak orang menanyakan kondisi kesehatan mental Trump. Terlebih ia memang sering bertindak kontroversial dan tidak pernah dilakukan pengecekan kondisi mental sebelum menjabat sebagai presiden.

Baca juga: Donald Trump Disebut Alami Gejala Dementia Saat Pidato tentang Yerusalem

"Saya pikir wajar jika hal tersebut dipertanyakan dan masuk dalam bagian pemeriksaan kesehatannya," kata ahli sejarah Profesor Julian Zelizer dari Princeton University.

"Ini bukan tentang skandal atau semacam ekspos. Tapi untuk mengerti apakah seseorang layak memegang posisi di kantor dan apakah ada masalah yang perlu diketahui presiden sendiri, atau penasihatnya, atau seluruh negara," lanjut Prof Julian seperti dikutip dari CNN, Rabu (10/1/2018).

Rencananya Trump akan menjalani pemeriksaan kesehatan Jumat depan oleh dokter pribadi kepresidenan. Sekretaris Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders berjanji akan mengumumkan hasilnya secepat mungkin.

Trump sendiri menanggapi isu kesehatan mentalnya dengan menyebut bahwa ia orang "jenius yang stabil".

Baca juga: Trump Pamer Tombol Nuklir, Netizen Langsung 'Meledak'


(fds/wdw)
News Feed