Jumat, 12 Jan 2018 17:02 WIB

Ini yang Harus Diperhatikan oleh Pasien Hipertensi yang Doyan Micin

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Pasien hipertensi harus lebih memperhatikan asupan micin. Foto: iStock Pasien hipertensi harus lebih memperhatikan asupan micin. Foto: iStock
Jakarta - Baik tua maupun muda banyak yang menggemari bahan tambahan pangan yang satu ini. Ya, micin atau MSG, memang bisa memberikan rasa umami pada makanan sehingga masakan menjadi lebih nikmat di lidah.

Akan tetapi, karena kandungannya adalah natrium atau sodium yang berarti sama dengan garam, pasien hipertensi sebaiknya mulai membatasi pemakaian micin untuk makanan.

Melalui pesan singkat, Leona Victoria Djajadi MND, ahli gizi dan diet dari University of Sydney saat dihubungi detikHealth menerangkan permasalahan yang kerap muncul lebih disebabkan karena orang sudah banyak memakai micin tapi juga menambahkan garam untuk menutupi kekurangan bumbunya.

Baca juga: Seberapa Aman MSG Dikonsumsi?

"Ini yang salah, lebih baik perbanyak penggunaan bumbu-bumbu asli seperti bawang-bawangan, kunyit, ketumbar dll agar rasa makanan memang sudah kuat," tutur wanita yang memiliki sapaan hangat Victoria ini.

Meskipun tuduhan micin atau MSG yang dapat membuat otak jadi lemot atau bodoh belum terbukti, kandungan natrium dalam MSG tergolong tinggi sehingga mesti dipertimbangkan pengunaannya. Akan tetapi, selama masih mematuhi batas aman penggunaan MSG per harinya, Victoria berpendapat hal tersebut masih boleh dilakukan.

"Kategori dari FDA itu GRAS (generally regarded as safe), jadi pemakaian sehari-hari dalam jumlah wajar tidak membahayakan manusia,"

Baca juga: Generasi Micin! Boleh Kok Pakai MSG Asal Tahu Aturannya

(ask/up)
News Feed