Jumat, 12 Jan 2018 19:03 WIB

Nyirih dengan Campuran Bahan Lain Bisa Berisiko Kanker Rongga Mulut

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kebiasaan makan sirih yang dicampur dengan bahan lain bisa memicu kanker rongga mulut. (Foto: Istimewa) Kebiasaan makan sirih yang dicampur dengan bahan lain bisa memicu kanker rongga mulut. (Foto: Istimewa)
Jakarta - Nyirih atau nginang adalah budaya zaman dahulu yang dilakukan oleh orang-orang tua. Dengan mengunyah sirih, sebenarnya banyak manfaat yang bisa dirasakan.

Kebanyakan para orang tua berpendapat bahwa dengan mengunyah sirih akan menguatkan gigi dan membersihkan gigi dari berbagai macam kotoran, serta sebagian mengatakan bisa membuat gigi lebih putih.

Dokter gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Dr drg Yuniardini Septorini Wimardhani, MScDent juga berpendapat bahwa sirih memang memiliki manfaat untuk gigi.

"Sirihnya sebagai antiseptik justru bisa menekan tumbuhnya bakteri atau jamur," ujarnya saat dihubungi detikHealth, Jumat (12/1/2018).

Baca juga: Waspadai Kanker Mulut, Segera Periksa Bila Sariawan Tak Kunjung Sembuh

Namun sebagian orang ada yang menambahkan bahan lain dalam menyirih, seperti pinang, kapur, bahkan tembakau. Nah, hal ini yang perlu diperhatikan.

"Kalau ada tambahan lain bisa berisiko kanker rongga mulut," tegas dr Yuniardini.

Maka dari itu, jika masih ada kakek-nenek atau orang tua kita yang nyirih, pastikan bahwa mereka hanya nyirih dengan daun sirih tanpa ada tambahan bahan lainnya.

Baca juga: Awalnya Sariawan, Ini Kisah Aktivis Migrant Care Melawan Tumor Lidah (wdw/up)
News Feed