Sabtu, 13 Jan 2018 15:40 WIB

Ragam Mitos MSG, dari Bikin Otak Lemot Sampai Berbahaya Bagi Kesehatan

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Berbagai pakar mengungkap kebenaran terkait mitos tentang MSG atau micin. (Foto: iStock) Berbagai pakar mengungkap kebenaran terkait mitos tentang MSG atau micin. (Foto: iStock)
Jakarta - Monosodium Glutamat atau MSG sebenarnya adalah hasil fermentasi dari molases (salah satunya dari gula tebu) yang dicampurkan dengan bakteri baik sehingga menjadi kristal putih. Karena bisa menciptakan rasa umami dalam masakan, MSG banyak peminatnya dan tidak terlepas dari beragam kontroversi.

Salah satunya adalah Chinese Restaurant Syndrome yang populer seiring dengan booming-nya restoran masakan Cina. Dikabarkan, menambahkan MSG dalam masakan bisa membuat orang merasakan pusing.

Uniknya, menurut Prof Dr Ir Christofora Hanny Wijaya, MAgr, di Indonesia sendiri belum banyak yang terpapar masalah tersebut.

"Orang Indo jarang yang kena 'Chinese Restaurant Syndrome' karena MSG kenapa? Sebagian besar ibu-ibu Indonesia, menyadari atau tidak sudah melakukan program pemaparan glutamat sejak bayi, yaitu dari ASI," jelasnya.

Selain 'Chinese Restaurant Syndrome', MSG juga sering dikaitkan dengan kerja otak yang semakin lamban ketika terpapar dengan MSG. Akan tetapi, Leona Victoria Djajadi MND, ahli gizi dan diet dari University of Sydney, membantah hal tersebut.

"Micin atau MSG tidak terbukti membuat otak jadi lemot atau membuat orang jadi bodoh. Yang ada MSG itu kandungan natrium (garam)-nya tinggi jadi mesti dipertimbangkan terutama bagi penderita hipertensi dan penyakit ginjal," jelas Victoria melalui pesan singkat.

Kabar lain menyebutkan bahwa MSG atau micin bisa memicu timbulnya kanker. Dalam kesempatan yang lalu, detikHealth mencoba mencari tahu kebenaran kabar tersebut.

Baca juga: MSG Bikin Otak Lemot? Ini Kata Nutrisionis Soal Micin

Menurut dr Fiastuti Witjaksono SpGK dari RSPAD Gatot Subroto, penggunaan MSG yang sesuai pada makanan tidak menyebabkan berkembangnya sel kanker pada tubuh. Sebab berkembangnya sel kanker hanya bisa terjadi saat MSG digunakan secara berlebihan.

"Secara ilmiah sih bisa menyebabkan kanker tapi itu dengan jumlah yang banyak dan itu tidak akan sampai dikonsumsi manusia kok," ucap dr Fias.

Di samping itu, asam amino glutamat yang terkandung di MSG juga sama di semua makanan. Paling tinggi biasanya ada di tomat, jamur, atau rumput laut.

"Karena kalau glutamat itu kan komponennya yang pasti, namun dia terikat dengan siapa. Kalau di MSG terikat dengan sodium atau natrium," tutupnya.

Baca juga: Generasi Micin! Boleh Kok Pakai MSG Asal Tahu Aturannya
(ask/lll)
News Feed