Rabu, 17 Jan 2018 07:35 WIB

Mengenal Tinnitus, Gangguan Pendengaran yang Menyerang Eric Clapton

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Mengenal tinnitus, gangguan pendengaran yang menyerang Eric Clapton/Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Dalam sebuah wawancara dengan BBC Radio 2 baru-baru ini, musisi Eric Clapton mengungkapkan hal mengejutkan tentang kondisi kesehatannya. Ia mengaku mulai kehilangan pendengarannya.

Gitaris legendaris itu menjelaskan tuli yang dialaminya merupakan akibat dari tinnitus atau munculnya suara berdenging di telinganya, misalnya saat mendengar suara kencang seperti musik rock dari pengeras suara.

Tak hanya itu, pria yang telah menginjak usia 72 tahun itu mengatakan saraf di tangannya juga mulai mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi kemampuannya bermain gitar.

"Tetapi saya masih bekerja dan tampil dalam sejumlah pertunjukan. Nanti saya akan tampil di Hyde Park (London) pada bulan Juli. Satu-satunya yang saya khawatirkan adalah usia saya yang sudah 70 tahun dan bagaimana agar tetap mahir (bermain gitar, red)," katanya.

Baca juga: Tuli Permanen Karena Bising dan Berisik, Mungkinkah Terjadi?

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Occupational Health and Environmental Medicine di tahun 2014, musisi profesional berisiko empat kali lebih besar untuk mengalami ketulian dibandingkan orang biasa.

Risiko yang angkanya mencapai 57 persen ini berlaku pada musisi dari segala genre, entah itu rock ataupun orkestra.

Menurut tim peneliti dari University of Bremen, University of Oldenburg dan Leibniz Institute for Prevention Research and Epidemiology, ini karena mereka terpapar pada suara kencang lebih sering dibandingkan orang biasa atau bukan musisi.

Temuan ini didasarkan pada pengamatan data klaim asuransi kesehatan dari 7 juta orang Jerman. Meski dari populasi tersebut, hanya 0,03 persen yang berprofesi sebagai musisi, namun 0,08 persen klaim asuransi untuk membiayai pengobatan yang berkaitan dengan ketulian atau gangguan pendengaran berasal dari kelompok ini.

Bahkan ketika hasil studi ini dibandingkan dengan orang-orang yang mengalami penurunan kemampuan pendengaran karena penuaan, para musisi masih memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalaminya, yaitu empat kali lebih tinggi.

Peneliti menambahkan, temuan ini menampik anggapan bahwa paparan pada suara musik yang kencang secara berulang-ulang akan meningkatkan kemampuan dan sensitivitas pendengaran seseorang.

"Data kami menunjukkan pada musisi profesional, risiko untuk kehilangan pendengaran mengungguli adanya potensi peningkatan kemampuan dengar," tulis peneliti seperti dilaporkan The Independent.

Mereka lantas menyarankan agar setiap musisi diberi alat pelindung telinga untuk menjaga kemampuan dengarnya.

Baca juga: 4 Gejala Anda Alami Gangguan Pendengaran dan Ketulian (lll/up)