Rabu, 17 Jan 2018 14:24 WIB

Demam Keong, Penyakit Apa Sih Itu? Yuk Kenali Lebih Dekat

Hanna Pratiwi - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Penyakit demam keong mungkin asing di telinga Anda. Wajar, sebab penyakit ini ditemukan di Provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di dataran tinggi Lindu, Napu, dan Bada.

Penyakit demam keong atau schistosomiasis adalah penyakit menular menahun yang menginfeksi manusia, hewan ternak. Cacing Schistosoma japonicum lah penyebab adanya penyakit ini. Cacing ini hidup di pembuluh darah terutama di kapiler darah dan vena kecil dekat selaput usus. Schistosomiasis dapat mengakibatkan kelainan pertumbuhan yang menyebabkan kerusakan hati dan limfa. Bila tidak ditangani akan menyebabkan kematian.

Manusia dapat berisiko tertular melalui kontak langsung seperti mencuci dan mandi dengan air yang mengandung larva infektif serkaria. Larva tersebut dibawa oleh keong hidup.

"Keong tersebut bukanlah keong yang besar, keongnya itu kecil hanya empat mili saja," ujar Menkes Nila F. Moeloek saat peluncuran Roadmap Eradikasi Schistosomiasis di Bappenas, Rabu (17/1/2018).

Baca juga: Udang Diandalkan Jadi Lawan Parasit Penyebab Demam Keong

Larva yang dibawa keong tersebut bisa menembus kulit manusia dan akan menjadi cacing dewasa. Berkembangnya serkaria tersebut terjadi karena lingkungan yang kurang higienis dan lahan-lahan yang selalu basah.

Cara mengetahui seseorang menderita demam keong didasari melalui pemeriksaan tinja yang ditemukan telur cacing schistosoma.

Pencegahan dan pemutusan rantai penularan sudah dilakukan oleh pemerintah setempat, seperti penemuan dini dengan pemeriksaan tinja dan pemberian pengobatan masal serta pemberantasan keong perantara.

Baca juga: Kencing Berdarah, Ternyata Ada Pengapuran Kandung Kemih Akibat 'Demam Keong'

(up/up)
News Feed